Share This

Golkar: Khofifah-Emil Dardak Didukung Para Kiai dan Alim Ulama

Idrus mengatakan Khofifah memiliki banyak dukungan dari kalangan kyai dan alim ulama. Khofifah juga merupakan ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Idrus mengklaim banyak kader Golkar adalah Muslimat.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 22 Nov 2017 16:23 WIB

Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

KBR, Jakarta - DPP Partai Golkar memutuskan mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2018.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengatakan dukungan itu diambil dengan pertimbangan karena pasangan Khofifah-Emil mendapat dukungan dari para kiai di Jawa Timur.

"Selanjutnya DPP Partai Golkar akan menyerahkan surat keputusan tentang penetapan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur provinsi Jawa Timur untuk Pilkada 2018," kata Idrus Marham di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Idrus mengatakan Khofifah memiliki banyak dukungan dari kalangan kyai dan alim ulama. Khofifah juga merupakan ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Idrus mengklaim banyak kader partai Golkar yang juga menjadi anggota Muslimat NU.

Baca juga:

"Salah satu dasar pertimbangan utama adalah karena dukungan para Kyai. Semalam yang disampaikan oleh Kyai Assef dan Kyai Afiffudin ini cukup panjang, pertemuan antara 150 kyai sampai 250 alim ulama. Itu yang menjadi dasar Partai Golkar," kata Idrus Marham.

Khofifah sebelumnya pernah menjadi anggota DPR RI dari PPP (1992-1997) dan menjadi anggota DPR dari PKB (1999). Ia pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, dan saat ini menjabat Menteri Sosial.

Sedangkan Emil Dardak merupakan kader PDI Perjuangan, yang saat ini menjabat Bupati Trenggalek. 

Pasangan Khofifah-Emil juga diusung Partai Demokrat, PPP, Hanura dan Nasdem.

Namun majunya Emil Dardak dalam Pilkada Jawa Timur tidak direstui PDI Perjuangan, karena PDI Perjuangan mengusung pasangan Syaifullah Yusuf-Azwar Anas. Pasangan Gus Ipul-Azwar Anas juga didukung PKB. 

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.