Share This

Eskavator Rusak, Sampah di Kabupaten Bogor Menumpuk Selama Sepekan

Alat berat eskavator milik Pemerintah Kabupaten Bogor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Galuga rusak, sehingga mengganggu pengangkutan sampah oleh truk yang akan masuk TPA Galuga.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 17 Nov 2017 15:40 WIB

Tumpukan sampah di Jl Raya Tegar Beriman, Desa Bojong Baru, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa hari lalu. (Foto KBR/Alif Irwansyah)

KBR, Bogor - Sebagian wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami masalah penumpukan sampah dalam sepekan terakhir. 

Ada belasan titik tumpukan sampah belum terangkut petugas kebersihan. Bau tak sedap menguar dari tiap tumpukan sampah tersebut.

Kepala Bidang Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Atis Tardiana mengakui terjadi penumpukan sampah di berbagai penjuru wilayah di Kabupaten Bogor dalam seminggu terkahir.

Penumpukan sampah, kata Atis, disebabkan rusaknya alat berat milik Pemerintah Kabupaten Bogor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Galuga. Kerusakan mengganggu pengangkutan sampah oleh truk yang akan masuk TPA Galuga. 

"Kami punya kendala pada alat berat, eskavator di TPA Galuga. Ada tiga semuanya rusak berat. Jadi kami ada kendala selama tujuh hari ini. Kami tidak bisa buang sampah ke TPA karena alat berat kami mengalami kerusakan, sehingga terjadilah penumpukan sampah," kata Atis kepada KBR, Jumat (17/11/2017).

Atis mengatakan kegiatan operasional pengangangkutan dan pembuangan sampah di TPA Galuga kini telah dimulai kembali. Namun, tumpukan sampah di berbagai wilayah belum bisa teratasi lantaran terkendala miniminya armada truk pengangkut.

"Sebetulnya pada 11 Nopember lalu pembuangan sampah di TPA Galuga sudah berangsur normal dan alat berat yang rusak sudah diperbaiki. Cuma karena ada penumpukan sampah selama tujuh hari, tidak sempat diangkut, tentunya nggak bisa sekaligus terangkut semua," kata Atis.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bogor masih terus berupaya mengikis tumpukan sampah-sampah tersebut. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga meminta bantuan pinjaman unit truk pengangkut sebanyak lima unit ke pihak lain.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.