Polda Papua Tambah Dua Kompi Brimob ke Wamena

"Beberapa wilayah lain yang kita anggap sementara ini dalam tanda petik sebagai daerah yang sangat rentan gangguan, maka kami akan menambahkan kekuatan."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Okt 2019 14:25 WIB

Author

Arjuna Pademme

Polda Papua Tambah Dua Kompi Brimob ke Wamena

Suasana kerusakan pascaaksi demonstrasi yang berujung rusuh di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). Foto diambil Kamis (26/9). (Foto: ANTARA/Iwan A)

KBR, Jayapura - Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengirim dua kompi anggota Brimob (sekitar 451 orang) untuk membantu pengamanan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Kiriman dua kompi Brimob itu untuk pemulihan keamanan di wilayah itu yang diguncang rusuh pada 23 September 2019 lalu.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Paulus Waterpauw mengatakan Polda Papua juga akan menambah lagi satu kompi Brimob untuk tenaga bantuan (backup) pengamanan yang saat ini dilakukan Polri dan TNI.

"Kami juga terus akan melakukan upaya-upaya, langkah-langkah melapisi lagi kekuatan. Bukan apa-apa, hanya untuk menjaga dan memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekeliling Wamena. Beberapa wilayah lain yang kita anggap sementara ini dalam tanda petik sebagai daerah yang sangat rentan gangguan, maka kami akan menambahkan kekuatan," kata Paulus Waterpauw di Jayapura, Senin (7/10/2019).

Baca juga:

 
Kapolda Papua Paulus Waterpauw mengatakan situasi keamanan di Wamena dan Papua pada umumnya hingga kini masih aman dan terkendali. Menurut Paulus, para pemangku kepentingan di Papua terus membangun komunikasi.

Paulus menjelaskan, Gubernur Papua Lukas Enembe juga berkeinginan agar tempat-tempat tinggal dan tempat usaha warga Wamena yang rusak dan terbakar saat kerusuhan dapat segera dibangun kembali.

Sebelum bangunan-bangunan yang rusak itu dibuat permanen, maka pemerintah daerah akan membangunkan hunian sementara secara darurat dari bahan kayu.

"Kepada saudara-sudara di luar sana, kami jelaskan ini adalah persoalan-persoalan atau kejadian-kejadian insidentil yang dibuat oleh kelompok tertentu. Tidak ada hubungan dengan ras, suku, maupun agama. Tidak ada di sini," kata Paulus.

Baca juga:


 
Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas

Kabar Baru Jam 15

Geliat Feminis Membangun Demokrasi