Pindahkan Tersangka Rusuh ke Kalimantan, Ini Alasan Kapolda Papua

"Hanya beberapa orang. Kalau boleh diketahui teman-teman itu yang diduga melakukan perbuatan makar,"

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Okt 2019 10:09 WIB

Author

Arjuna Pademme

Pindahkan Tersangka Rusuh ke Kalimantan, Ini Alasan Kapolda Papua

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melantik Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jayapura- Kapolda Papua, Paulus Waterpauw menyatakan faktor keamanan merupakan pertimbangan pemindahan tujuh tersangka demonstrasi yang berujung rusuh di Kota Jayapura pada 29 Agustus 2019, ke Polda Kalimantan Timur. Sebanyak tujuh dari puluhan tersangka demonstrasi anarkis di Kota Jayapura dipindahkan penahannya dari Polda Papua ke Polda Kaltim pada Jumat (4/6/2019).

Ketujuh tersangka itu yakni, Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat atau KNPB, Agus Kossay, Ketua KNPB wilayah Mimika, Steven Itlay, Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni, Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Alexander Gobai, Fery Kombo, Hengki Hilapok, dan Irwanus Uropmabin.

"Itu hanya dalam rangka persidangan saja. Persidangan untuk bisa lebih aman. Karena kita sudah cukup punya banyak pengalaman ya, kalau kejadian itu dilakukan penyidangan di sini pasti akan tambah lagi persoalan," kata Paulus Waterpauw.

Paulus mengatakan telah melaporkan pemindahan beberapa tersangka yang di antaranya dijerat pasal makar, pasal penghasutan dan pengrusakan tersebut kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe. Paulus mengklaim, Gubernur   memahami hal tersebut.

Polda Papua melaporkan pemindahan para tersangka tersebut karena sebelumnya gubernur Papua meminta proses hukum penyidikan para tersangka hingga persidangan dilakukan di Jayapura.

"Tapi (tahanan yang dipindahkan) tidak banyak, hanya beberapa orang. Kalau boleh diketahui teman-teman itu yang diduga melakukan perbuatan makar," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Sejumlah Daerah Protes Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Pancasila Merajut Keberagaman Indonesia