Pertamina Lokalisir Tumpahan Minyak dari Pipa Bocor di Cilacap

“Kami telah menggerakkan 200 personel selama 24 jam untuk membersihkan dampak kebocoran"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 09 Okt 2019 10:43 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Pertamina Lokalisir Tumpahan Minyak dari Pipa Bocor di Cilacap

Petugas Pertamina membersihkan lokasi kebocoran pipa BBM di Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Selasa (8/10/2019). (Foto: KBR/M. Ridlo/Doc Pertamina)

KBR, Cilacap– PT Pertamina berupaya melokalisir agar tumpahan minyak dalam insiden kebocoran pipa BBM di Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap tak meluas.  Juru Bicara Pemasaran Regional Pertamina Wilayah IV Jawa Tengah, Arya Yusa Dwichandra mengatakan Pertamina memprioritaskan penanganan yang dilakukan dalam tiga aspek, yaitu perbaikan pipa, penyedotan solar di area dan recovery lahan dan tanaman terdampak.
 
Menurut dia, Pertamina menambah jumlah personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan dampak kebocoran. Dia mengklaim, langkah itu dapat segera menghentikan aliran BBM pada pipa CB (Cilacap-Bandung)-1 yang pada saat itu sedang menyalurkan BBM jenis solar dari Terminal BBM Lomanis ke TBBM Tasikmalaya dan TBBM Bandung Group.
 
“Kami telah menggerakkan 200 personel selama 24 jam untuk membersihkan dampak kebocoran dengan menurunkan vacuum truk,  fire jeep, fire  truck, mobil tangki dan juga bekerjasama dengan Damkar, Polres, Dinas Lingkungan Hidup Cilacap dan Kepala Dusun setempat,” kata Arya Yusa, dalam keterangan tertulisnya kepada KBR.
 
Arya Yusa mengemukakan, pada Selasa, Pertamina bersama Tim Hutama Karya akan melakukan pelokalisiran sisa-sisa tumpahan minyak di satu titik. Tim juga memasang klem dan mengelas pipa yang bocor. Selanjutnya, pipa segera bisa beroperasi kembali.
 
Arya menambahkan, saat ini Pertamina masih berkoordinasi dengan kepolisian dan DLH cilacap untuk mengetahui penyebab kebocoran pipa CB-1 ini.

Sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah memperkirakan, sedikitnya 80 ribu liter bahan bakar minyak (BBMM) jenis solar tumpah dan mencemari tanah milik warga. Tumpahan itu menyusul insiden kebocoran pipa penyalur BBM Solar milik PT Pertamina yang mengarah dari Terminal Lomanis, Cilacap ke Bandung, Jawa Barat.

Kepala Bidang Penataan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Jamaludin mengatakan, dampak yang paling nyata yaitu tercemarnya lahan tanah milik warga di lokasi titik bocor pipa yaitu di RT 6 RW 7 Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah.

Dampak lain, rembesan solar juga berdampak pada sumur air milik warga. Akibatnya, sementara ini warga di titik terdekat pipa BBM Solar yang bocor tidak bisa memanfaatkan sumur airnya.

Jamaludin menjelaskan, pada Senin dan Selasa (7-8/10/2019) ini, Solar tumpahan sudah disedot bersih. Namun begitu, dipastikan Solar yang sudah merembes masih tertinggal di dalam tanah. 

Untuk mengantisipasi agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan yang lebih luas, DLH Cilacap memerintahkan agar tanah yang tercemar Solar digali, dan galiannya diangkut ke pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI) Bogor, Jawa Barat. Bekas galian kedukan bakal diganti dengan tanah baru yang bersih dan tidak tercemar Solar.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

AS Mempertimbangkan Rencana Untuk Mengirim Pasukan Ke Timur Tengah

Google dan Facebook Ingin Bangun Pusat Data di Indonesia

Jualan Online Mesti Urus Izin Usaha

Kabar Baru Jam 20