Negara Janji Beri Uang dan 'Ikan Nemo' untuk Korban Gempa Maluku

"Pemerintah akan memberi bantuan stimulan Rp50 juta untuk (rumah) rusak berat, Rp25 juta rusak sedang, dan Rp10 juta rusak ringan. Bantuan ini berlaku di semua daerah terdampak bencana di Indonesia."

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Selasa, 29 Okt 2019 15:50 WIB

Author

Adi Ahdiat

Negara Janji Beri Uang dan 'Ikan Nemo' untuk Korban Gempa Maluku

Lokasi pengungsian korban gempa di Desa Waai, Pulau Ambon, Maluku Tengah, Sabtu (5/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Presiden Jokowi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengunjungi posko pengungsian korban gempa Maluku di Lapangan Universitas Darussalam, Maluku Tengah, Selasa (29/10/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi menjanjikan bantuan dana untuk para pengungsi yang rumahnya hancur akibat gempa.

"Pemerintah akan memberikan bantuan stimulan Rp50 juta untuk (rumah) rusak berat, Rp25 juta rusak sedang, dan Rp10 juta rusak ringan. Bantuan ini berlaku di semua daerah terdampak bencana di Indonesia," kata Jokowi, seperti dilansir situs BNPB, Selasa (29/10/2019).

Jokowi menyebut anggarannya disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan akan segera disalurkan setelah prosedur pencairan selesai.

Jokowi berharap anggaran itu bisa dimanfaatkan warga untuk membangun rumah tahan gempa, dengan arahan dari Kementerian PUPR.

Jokowi pun meminta agar nantinya pemerintah daerah turut memantau dan mengawasi proses pembagian bantuan.

Menurut laporan BNPB, gempa yang melanda Maluku bulan September lalu (26/9/2019) telah mengakibatkan belasan ribu bangunan di sana rusak. Rinciannya adalah:

  • 2.712 unit rumah rusak berat;
  • 3.317 unit rumah rusak sedang;
  • 6.108 unit rumah rusak ringan;
  • 730 unit fasilitas umum rusak.


Baca Juga: Pengungsi Gempa Maluku 95 Ribu Orang 


Ikan Nemo, Bibit Tanaman, dan Alat Pengolah Sagu

Dalam kesempatan sama, Kepala BNPB Doni Monardo turut menjanjikan program bantuan untuk korban gempa Maluku.

"Program pertama adalah 'Emas Biru', yaitu bantuan terkait budidaya ikan hias laut berupa ikan Nemo dan pengolahan ikan asap untuk dikonsumsi. Dengan memberikan pembinaan, pendampingan hingga penjualan hasil budidaya ikan laut tersebut," kata Doni, seperti dilansir situs BNPB, Selasa (29/10/2019).

Ikan Nemo yang dimaksud adalah jenis ikan badut atau ikan giru (Ocellaris clownfish) yang dikenal luas melalui film Hollywood berjudul Finding Nemo produksi Pixar.

"Progam berikutnya 'Emas Hijau', berupa pembibitan tanaman bernilai ekonomis seperti pala, cengkeh, sukun dan matoa. Serta dukungan pembibitan kayu bernilai ekonomis tinggi seperti gaharu, jabin dan toren", lanjut Doni. 

Doni juga menjanjikan akan memberi alat pengolahan sagu untuk menghasilkan tepung, mie, dan beras sagu.

"Dikarenakan Maluku memiliki banyak pohon sagu yang dapat diolah, diharapkan bantuan-bantuan tersebut dapat memicu produksi dan pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak