Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Penutupan Pulau Komodo

"Kita ingin menata Pulau Komodo itu menjadi seperti pilihan lokasi wisata turis, ya destinasi eksklusif," ujar Menko bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 11 Okt 2019 14:07 WIB

Author

Dwi Reinjani

Luhut Binsar Pandjaitan Bantah Penutupan Pulau Komodo

Seorang petugas mengawasi Komodo (Veranus Komodoensis) yang sedang berjemur di Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT, (22/9/2019). (Foto: Antara/Kornelis Kaha)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membantah isu yang menyebutkan Pulau Komodo di Kepulauan Nusa Tenggara akan ditutup. Menurutnya, pemerintah bukan menutup akses pulau destinasi wisata unggulan itu. Namun, hanya akan menjadikannya wisata eksklusif, sekaligus sebagai tempat penelitian komodo (veranus komodoensis) di dunia.

“Kita ingin menata Pulau Komodo itu menjadi seperti pilihan lokasi wisata turis, ya destinasi  eksklusif, jadi seperti di Afrika itu kan ada tempat burung, selain wisata. Di sana itu kan panjangnya komodo bisa sampai 3,1 sampai 3,3 meter, sudah kayak Dinosaurus. Nah, di situ mau dibikin research center,” ujar Luhut di kantornya, Jumat (11/10/2019).

Luhut membenarkan, jika nantinya biaya masuk ke Pulau Komodo akan menjadi mahal karena memang eksklusif dengan berbagai fasilitas, termasuk akan dibuatnya hotel atau penginapan yang nyaman dan mewah. Terkait adanya masyarakat asli di Pulau Komodo, ia mengatakan, pemerintah akan mengatur supaya penduduk asli tidak terusir dan menjafi bagian dari pegawai yang bekerja di obyek wisata eksklusif Pulau Komodo.

"Dengan mempekerjakan penduduk asli, akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat," ujar Luhut.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, segala upaya untuk mengembangkan Pulau Komodo itu dilakukan demi menjaga kekayaan dan kelestarian alam serta satwa Indonesia. Apalagi, Pulau Komodo telah dimasukkan dalam kategori keajaiaban dunia. Namun menurut Luhut, masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin melihat Komodo Indonesia dengan harga terjangkau, masih bisa mendatangi Pulau Rinca, tak jauh dari Pulau Komodo. Karena di pulau itu, juga terdapat habitat Komodo yang masih asri.

Selain Pulau Komodo, menurutnya pemerintah juga berencana untuk mengeksklusifkan cagal alam Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang secara administratif terletak di dua provinsi, Aceh dan Sumatera Utara. Leuseur merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 hektar, dan menjadi cagar alam serta budaya terbesar di dunia.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Sejumlah Daerah Protes Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Pancasila Merajut Keberagaman Indonesia