Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Balikpapan Tak Mau Bernasib seperti Jakarta

“Kota penyangga ini harus lebih dulu dibangun. Kalau tidak nanti babak belur, terutama Balikpapan."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Okt 2019 10:44 WIB

Author

Teddy Rumengan

Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Balikpapan Tak Mau Bernasib seperti Jakarta

Ilustrasi. Proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda, 28 Agustus 2019. (Foto: ANTARA)

KBR, Balikpapan – Wali Kota Balipapan Kalimantan Timur Rizal Effendi tak ingin daerahnya bernasib seperti Jakarta yang terlambat mengatasi macet dan persoalan lain.

Balikpapan bakal menjadi kota penting penyangga ibu kota, setelah Kalimantan Timur ditunjuk sebagai lokasi baru ibu kota negara dan pusat pemerintahan RI.

Rizal Effendi mengatakan kota Balikpapan bakal menjadi kota penyangga penting bagi proyek pemindahan ibu kota negara.

Segala logistik maupun kebutuhan untuk Ibu Kota Negara yang baru maupun Pusat Pemerintahan pasti akan diangkut melalui Bandar Udara Sepinggan dan Pelabuhan Karingau yang ada di Kota Balikpapan.

Tapi, di sisi lain, jalan-jalan di Kota Balikpapan sempit dan hanya bisa dilintasi dua kendaraan serta tak ada jalan-jalan alternatif.

Rizal mendesak pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Kota Balikpapan terlebih dahulu sebelum membangun infrastruktur di Pusat Pemerintahan.

Beberapa infrastruktur mendesak yang harus lebih dulu dibangun diantaranya, infrastruktur jalan maupun moda transportasi. Termasuk perpanjangan landasan pacu bandara Sepinggan dan perluasan pelabuhan.

“Kota penyangga ini harus lebih dulu dibangun. Kalau tidak nanti babak belur, terutama Balikpapan. Kita ini beberapa hal masih terbatas. Misalnya, infrastruktur jalan. Jalannya kecil-kecil, padahal nanti pergerakkan logistik ada di Balikpapan. Jadi infrastruktur perhubungan jalan, pelabuhan udara, laut itu harus dibangun lebih dulu, sebelum Ibu Kota dibangun. Jadi saya ngotot agar daerah penyangga Balikpapan harus dibangun lebih dulu,” ujar Rizal Effendi, Senin (7/10/2019).

Baca juga:


Rizal Effendi mengaku telah mengajukan anggaran Rp50 triliun untuk pembangunan infrastruktur mendesak tersebut ke pemerintah pusat. Anggaran itu, di luar rencana pembangunan jalan tepi pantai atau coastalroad maupun jembatan Tol Teluk Balikpapan.

Sebelumnya Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat meninjau Desa Telemow menyatakan, rencananya tahun depan akan mulai dibangun infrastruktur di lokasi PUsat Pemerintahan. Targetnya sebelum empat
tahun sudah rampung.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Season 2 Eps.6: Influencer = Youtuber = Selebgram = Artis?

Makanan dan Minuman Kini Wajib Bersertifikat Halal