2 Kali Berturut Keguguran, Dokter Periksa Kandungan Rosa

"Kami masih berupaya mencari tahu penyebabnya. Khususnya di bagian organ rahim,"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 31 Okt 2019 13:28 WIB

Author

Agus Susanto

2 Kali Berturut  Keguguran, Dokter Periksa Kandungan Rosa

Badak Sumatra bernama Harapan memiliki kandang baru di Taman Nasional Way Kambas Lampung. (Foto: KBR/Agus Susanto)

KBR, Lampung- Kondisi kandungan Badak bernama Rosa bermasalah.Hal itu terbukti dalam dua tahun terakhir badak yang sudah tinggal di penangkaran Suaka Rhino Sumatra (SRS) tersebut mengalami keguguran dua kali berturut.

Dokter Badak Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung, Zulfi Arsan, mengatakan saat ini Rosa sedang dalam proses perawatan untuk mencari penyebab  mengalami keguguran dalam dua tahun berturut.

"Kami masih berupaya mencari tahu penyebabnya. Khususnya di bagian organ rahim," ujar Zulfi kepada KBR, Kamis (31/10/2019).

Sehari harinya tujuh badak yang ada di penangkaran terjamin  pakan, kebersihan kandang, dan perawatan kesehatan. Tidak menutup kemungkinan penyebab keguguran ada tumor dalam kandungannya.

"Karena kalau badak itu lama tidak berhubungan "kawin" akan berdampak pada tumor dalam kandungan," terang dokter badak TNWK tersebut.

Zulfi Arsan mengatakan, perkembang biakan badak lebih rumit bila dibanding dengan binatang lainnya. Binatang bercula itu memiliki ciri khas khusus saat mendekati masa kawin.

Kata Zulfi, secara alamiah badak jantan dan betina perlu adaptasi seperti manusia (berpacaran). Bahkan dalam masa pendekatan sering terjadi perkelahian lebih dulu antara badak jantan dan betina.

"Ini karakter badak. Jadi banyak persoalan penyebab punahnya badak," ujar Zulfi yang sudah lima tahun menangani kesehatan badak di TNWK.

Sistem badak yang ada di hutan, perilaku hidupnya soliter (menyendiri),  tidak seperti gajah yang selalu bergerombol. Kebiasaan ini juga menghambat perkembang biakan badak.

Kata dia, kandang badak di SRS seluas 250 hektare bertujuan guna mempermudah perkembang biakan.

"Bukan hanya badak hutan TNWK saja, badak yang ada di Taman Bukit Barisan Selatan dan hutan-hutan lain yang ada di Indonesia bisa ditangkarkan di SRS dengan tujuan perkembang biakan," kata Zulfi.

Kata dia, Rosa yang mengalami keguguran dua kali, merupakan badak asal hutan TNBBS yang tertangkap warga pada 2005 silam. Selain Rosa, ada tiga badak lagi yang di ambil dari tempat lain seperti, Badak bernama Bina badak betina tersebut berasal dari Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor yang dibawa ke SRS pada 8 Januari 1998.

Selain itu ada Harapan badak jantan yang saat ini berumur 12 tahun. Harapan berasal dari Cincinnati Zoo, USA, dibawa ke SRDS pada November 2015 lalu. Kemudian dari kebun binatang yang sama, Andalas badak jantan berumur 18 tahun yang dibawa ke TNWK pada Februari 2007.

"Jadi badak asal kebun binatang Cincinnanti USA ada dua ekor, saat ini masih di SRS," tandas dokter badak TNWK Zulfi Arsan.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15