Relawan BPBD Jateng Targetkan Dirikan 100 Hunian Sementara di Palu

“Kalau melihat di sini, perasaannya campur aduk. Saya bangga bisa dikirim untuk membantu daerah bencana, tapi sedih juga liat penderitaan warga di sini"

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 16 Okt 2018 17:13 WIB

Author

Musyafa

Relawan BPBD Jateng Targetkan Dirikan 100 Hunian Sementara di Palu

Kegiatan relawan dari BPBD Jawa Tengah ketika mendirikan hunian sementara di Palu, Sulawesi tengah. (Foto: Dokumen BPBD Jawa Tengah)

KBR, Rembang - Tim relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, menargetkan pendirian 100 titik hunian sementara (huntara) bagi pengungsi korban terdampak bencana gempa, likuifaksi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Salah seorang relawan dari Kabupaten Rembang di Palu, Sulawesi Tengah, Nurrohmat, menjelaskan hunian sementara sangat dibutuhkan para pengungsi, setelah rumah mereka ambruk akibat bencana tsunami.

"Kalau melihat di sini, perasaannya campur aduk. Saya bangga bisa dikirim untuk membantu daerah bencana, tapi sedih juga liat penderitaan warga di sini. Campur merinding, kalau mengingat tanggung jawab relawan cukup besar," tuturnya kepada KBR, Selasa (16/10/2018).

Pria warga Desa Waru, Rembang ini menambahkan dirinya ditunjuk BPBD Provinsi Jawa Tengah, karena dianggap pernah memiliki pengalaman bertugas di daerah Pidie Jaya, Nangroe Aceh Darussalam, ketika bencana gempa dan tsunami menerjang Aceh.

Total relawan dan tim medis dari Jawa Tengah mencapai 120 orang. Mereka sehari–harinya siaga di BPBD Sulawesi Tengah dengan tugas di dapur umum dan membuat hunian sementara.

"Saya mewakili BPBD Kabupaten Rembang, bersama temen–temen standbye di BPBD Sulawesi Tengah. Kemarin sempat ke wilayah Petobo Atas, kondisinya parah banget. Kayak diblender, jadi antara rumah hancur, sampah maupun yang lain–lain campur," imbuh Nurrohmat.


Baca: Pemerintah Bangun 1.200 Barak untuk Pengungsi Sulteng

Relawan yang dikirim BPBD Jawa Tengah berangkat sejak tanggal 6 Oktober 2018 lalu.

Mereka tiba di Palu tanggal 10 Oktober 2018. Semula hanya akan seminggu membantu, namun waktunya belakangan ditambah, karena perpanjangan masa tanggap darurat.



Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rawan Kriminalisasi Kelompok Rentan, Aktivis Minta RKUHP Ditolak