Posko Pengungsian Gempa Sulteng Kekurangan Petugas Medis

'Sekarang yang justru kita akan lebih fokus penanganan kesehatan"

BERITA , NUSANTARA

Senin, 08 Okt 2018 14:20 WIB

Author

Dwi Reinjani

Posko Pengungsian Gempa Sulteng Kekurangan Petugas Medis

Ilustrasi posko pengungsian. (Foto: Antara)

KBR, Palu- Posko pengungsian di tiga wilayah yang terdampak gempa  dan tsunami, yaitu di Palu, Donggala dan Sigi kekurangan petugas medis dan obat-obatan. Lebih dari satu minggu, warga yang tinggal di pengungsian kesulitan untuk mendapatkan obat-obatan.

Juru bicara Mabes Polri, Dedi Prasetyo, mengatakan,  akan fokus kepada penanganan kesehatan dengan menyalurkan bantuan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), relawan dan pemerintah di posko pengungsian terpadu yang berada di Sigi dan Donggala.

"Kalau sampai dengan hari ini untuk Palu untuk bahan makanan sudah tercukupi. Sekarang yang justru kita akan lebih fokus penanganan kesehatan. Ini sudah masuk hari ke-11 mereka yang tinggal di tenda yang belum-belum kembali, sudah mengalami mungkin drop atau sakit-sakit dan sebagainya," ujar Dedi, kepada KBR Senin (08/10). 

Dedi melanjutkan, "maka dari itu relawan kita yang ada di Pusdokes Polri tidak menunggu pasien datang ke rumah sakit, tapi kita lebih banyak terjun-terjun ke sentral-sentral pengungsian. Khususnya pengungsi yang jumlahnya banyak. Kita akan bekerja sama dengan relawan untuk beri pengobatan masal."

Ia mengatakan, bantuan obat-obatan yang diperlukan di antaranya obat untuk mengatasi panas, diare, gangguan pernafasan dan gangguan pencernaan, termasuk peralatan medis untuk bayi.

Sementara itu, salah seorang pengungsi asal Lero, Kabupaten Donggala, Elodin mengatakan, selain obat, pengungsi juga memerlukan bantuan berupa popok dan susu bayi.

Terbatasnya bantuan tersebut mengharuskan Elodin dan anaknya yang berusia 8 bulan memakai pakaian yang sama untuk 2 hingga 3 hari, sehingga menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit.

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.