Polsek di Aceh Tamiang Dibakar Warga, Kapolsek Dicopot dari Jabatannya

"Masyarakat membakar sejumlah ruangan dan beberapa unit kendaraan operasional milik Polsek Bendahara, Aceh Tamiang"

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 24 Okt 2018 15:39 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Polsek di Aceh Tamiang Dibakar Warga, Kapolsek Dicopot dari Jabatannya

Pembersihan puing-puing di Polsek Bendahara di Aceh Tamiang yang dibakar warga. (Foto: Antara)

KBR, Aceh Tamiang - Kepolisian Sektor (Polsek) Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, dibakar massa, Selasa (23/10/2018). 

Kasus ini dipicu menyusul tewasnya seorang pengedar sabu yang ditangkap bernama Ahyar atau AY (31), warga Desa Tanjung Kramat, Kecamatan Banda Mulia setempat. Menurut Kabid Humas Polda Aceh, Misbahul Munauwar, dalam insiden itu masyarakat membakar sejumlah ruangan dan beberapa unit kendaraan operasional milik Polsek Bendahara. 

"Beruntung, suasananya sudah kondusif. Masyarakatnya tadi diterima Pak Waka Polres. Karena apapun ceritanya ada suatu tindakan yang diduga tapi betul dan tidaknya, kita Wallahu alam berhubung dalam proses pemeriksaaan. Dan, diduga ada kesalahan, kelalalaian," kata Misbahul Munauwar, kepada KBR, Rabu (24/10/2018).

Ia menambahkan, saat ini kondisi di lapangan sudah aman dan kondusif.  Masyarakat sudah kembali pulang ke kampungnya usai melakukan negosiasi dengan Polda Aceh, yang berjanji akan mengusut tuntas kasus tewasnya warga di Polsek Bendahara, Selasa Malam.

Kabid Humas menjelaskan, kronologi ini bermula Polsek Bendahara menangkap seorang pengedar narkoba jenis sabu di kawasan Tanjung Kramat berinisial AY (31). Sebanyak 2 gram sabu berhasil disita dari tangan tersangka. Selanjutnya, anggota Polsek melakukan pengembangan sesuai pengakuan AY 3 anggota Polsek berinisial AM, DDS dan Brigadir PS.

Mereka, bergegas ke lokasi tempat disembunyikan sabu lainnya di Desa Bandar Khalifah.

"Saat diperjalanan AY melakukan perlawanan dengan cara mencekik leher Brigadir AM sehingga mobil banting stir ke arah trotoar. Kemudian, pergumulan tak terhindarkan sampai-sampai tersangka mencoba melarikan diri, tapi masih bisa disergap Brigadir PS hingga kembali dilanjutkan perjalanan," jelas Misbahul.

Setiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tempat persembunyian narkoba milik pelaku dan dibawa kembali ke Polsek. Setelah sampai ke Polsek, tersangka diberi makanan tersangka mengaku pusing, hingga tak sadarkan diri hingga pukul 04.00 WIB.

"Anggota Polsek kemudian menghubungi Kapolsek Bendahara, Ipda Iwan Wahyudi atau  IW yang segera membawa ke Puskesmas Bendahara. Pihak Puskesmas meminta untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Aceh Tamiang menggunakan ambulance, tapi nyawanya sudah tak tertolong," papar Kabid Humas.

Selanjutnya masyarakat yang mengetahui kematian Ahyar melakukan aksi protes dan membakar Polsek Bendahara Selasa Siang (23/10/2018).

Buntut kasus pembakaran Polsek Bendahara di Aceh Tamiang, Kapolsek Bendahara, Ipda Iwan Wahyudi, dicopot dari jabatannya.

"Ipda Wahyudi langsung dicopot oleh Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Aceh dan segera diganti dengan pejabat baru. Direncanakan serah terima jabatan Kapolsek Bendahara itu dijadwalkan berlangsung Rabu (24/10) pagi," kata Misbahul.

Dicopotnya Kapolsek Bendahara ini menjadi salah satu tuntutan masyarakat terkait proses hukum atas meninggalnya Ahyar, seorang pengedar narkoba yang sedang menjalani proses pemeriksaan di Polsek tersebut.

"Ya, sudah. Berarti sebelum masyarakat tuntut itu Kapolda sudah memerintahkan mencopot jabatan Kapolsek," tambahnya.


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17