Kuatir Vaksin Haram, Capaian Imunisasi Rubella di NTB Baru 45 Persen

"kami terus berupaya untuk melakukan sosialisasi dengan pendekatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, melibatkan MUI untuk sosialisasi"

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 10 Okt 2018 14:37 WIB

Author

Zainudin Syafari

Kuatir Vaksin Haram, Capaian Imunisasi Rubella di NTB Baru 45 Persen

Ilustrasi pemberian vaksin rubella. (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat, Marjito menyebutkan capaian pemberian vaksin Measles Rubella (MR) di provinsi itu baru mencapai 45,67 persen.

Meningkatkan itu, Dinas Kesehatan NTB akan melakukan sosialisasi dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, mengingat penolakan yang dilakukan oleh orang tua anak lebih disebabkan karena isu negatif yang banyak berkembang terkait dengan vaksin MR ini.

“Data riilnya 45, 67 persen, itu capaiannya NTB. Terus kaitannya dengan penolakan masyarakat, kami terus berupaya untuk melakukan sosialisasi dengan pendekatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, melibatkan MUI untuk sosialisasi. Kita sedang berupaya untuk mewujudkan agar mencapai 95 persen itu," kata Marjito, di Mataram, Rabu (10/10).

Marjito menyebutkan, untuk target nasional Measles Rubella ini yaitu 95 persen dari jumlah anak di Indonesia akan mendapatkan vaksin. Dinkes NTB menargetkan anak-anak yang akan mendapatkan vaksin mencapai 1,3 juta.

Selain itu, pemberian vaksin ini sudah dilakukan sejak Agustus lalu dan ditargetkan bisa selesai pada bulan ini.

Selain sosialisasi, langkah lain yang dilakukan untuk mengejar target capaian pemberian vaksin MR yaitu melakukan penyisiran ke daerah-daerah yang belum mendapatkan vaksin.

Salah seorang wali murid di salah satu Madarasah Ibdtidayah (MI) Lombok Barat, Murniati mengatakan, dirinya menolak pemberian vaksin kepada anaknya. Hal ini dipengaruhi oleh informasi yang beredar bahwa cairan vaksin tersebut mengandung bahan-bahan yang haram.


Editor: Kurniati 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945