Kemarau Panjang Picu Kebakaran di Gunung Rante

Sekitar 10 hektar lahan di kawasan hutan lindung Gunung Rante, Banyuwangi, Jawa Timur terbakar.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 09 Okt 2018 20:12 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Kemarau Panjang Picu Kebakaran di Gunung Rante

Ilutrasi: Kebakaran kawasan hutan di gunung. (Foto: ANTARA)

KBR, Banyuwangi - Sekitar 10 hektar lahan di kawasan hutan lindung Gunung Rante, Banyuwangi, Jawa Timur terbakar.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram mengatakan, kebakaran di kawasan hutan Gunung Rante terjadi pada Senin (8/10/2018) malam. Kata dia, ilalang dan daun pepohonan yang mengering dengan cepat terbakar lantas menjalar ke tanaman lain.

Ia menuturkan, areal terbakar ada di kemiringan yang cukup terjal sehingga petugas kesulitan dan tak mampu memadamkan api. Kepulan asap tampak dari atas gunung masuk ke kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat dan bertahan hingga Selasa (9/10/2018) pagi.

Meski jauh dari pemukiman warga, namun tim BPBD Banyuwangi bersama Perhutani terus memantau titik-titik api di kawasan Gunung Rante. Sebab dikhawatirkan kebakaran bakal menjalar ke kawasan hutan produksi.

"Jauh dari pemukiman warga, penanganan yang kami lakukan adalah mengantisipasi agar api tidak menjalar ke hutan produksi. Karena di samping hutan lindung itu ada hutan produksi. Itu yang kami lakukan," kata Eka Muharram di Banyuwangi, Selasa (9/10/2018).

"Dan saya kira kebakaran ini selalu terjadi di musim kemarau. Jadi memang hari tanpa hujan kemudian suhu yang sangat tinggi ini yang memicu adanya kebakaran," tambah Eka.

Ia memperkirakan terbakarnya hutan di kawasan Gunung Rante akibat kegiatan manusia yang sengaja membuat sumber api di kawasan tersebut. Karenanya Eka pun mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan Gunung Rante. Sebab, ia memprediksi kebakaran hutan di kawasan itu masih akan terjadi mengingat kemarau berlangsung hingga akhir November 2018.

Tidak hanya di kawasan Gunung Rante, masyarakat juga diminta tidak membuat sumber api sembarangan di kawasan Gunung Ijen. Ia mengatakan, hutan di kawasan Gunung Ijen juga mudah terbakar.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Menanti Gebrakan Presiden Jokowi di Periode Ke-2

Kabar Baru Jam 12