Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Siapkan Ratusan Alat Berat

"Jangan diartikan kalau tidak ada betonisasi, maka tidak ada antisipasi untuk banjir"

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 10 Okt 2018 14:49 WIB

Author

Heru Haetami

Hadapi Musim Hujan, Pemprov DKI Siapkan Ratusan Alat Berat

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menyiapkan ratusan alat berat untuk melakukan pengerukan dan perbaikan sarana dan prasarana di sejumlah titik rawan banjir di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan tidak akan melakukan betonisasi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan, November mendatang.

"Saat ini alat berat kita jumlahnya 192, semua beroperasi, semua melakukan kegiatan pengerukan, perbaikan sarana prasarana. Kalau yang dicari betonisasi, anda tidak ketemu, kalau yang dicek adalah pengerukan, kemudian perbaikan perbaikan sarana, itu yang jalan terus. Jadi jangan diartikan kalau tidak ada betonisasi, maka tidak ada antisipasi untuk banjir, bukan," kata Anies, di Balai Kota, Rabu (10/10/2018).

Gubernur Anies mengatakan, tidak adanya aktivitas betonisasi bukan berarti tidak ada antisipasi banjir dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Anies juga menambahkan, pengelolaan Kali Ciliwung yang awalnya ditangani oleh Balai Besar Ciliwung, kini diambil alih Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.

 

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.