Gamalama Erupsi, Warga Diimbau Jauhi Radius 1,5 Km

Gunung Api Gamalama di Ternate, Maluku Utara meletus pada Kamis (4/10/2018) pukul 11.52 WIT.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 04 Okt 2018 13:56 WIB

Author

Idhar Abdurrahman

Gamalama Erupsi, Warga Diimbau Jauhi Radius 1,5 Km

Ilustrasi: Kepulan asap Gamalama. (Foto: PVMBG)

KBR, Ternate - Gunung Api Gamalama di Ternate, Maluku Utara meletus pada Kamis (4/10/2018) pukul 11.52 WIT. Namun aktivitas vulkanik itu berupa erupsi minor.

Pantauan Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama Badan Geologi serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendapati kolom abu setinggi kurang lebih 250 meter di atas puncak atau sekitar 1.965 meter di atas permukaan laut. Sementara asap berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah barat laut.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama Badan Geologi dan PVMBG Darno Lamane mengungkapkan, erupsi minor diawali peningkatan kegempaan vulkanik. Mekanisme ini diduga merupakan steam driven eruption (hydrothermal explosion).

Dari sisi gas, Darno menjelaskan, Gamalama didominasi gas hidrothermal. Untuk sementara ini status belum perlu dinaikkan karena rekomendasi masih memadai untuk erupsi yang terjadi. Namun pemantauan bakal ditingkatkan guna mengantisipasi aktivitas kegempaan menyusul erupsi minor tersebut.

Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Gamalama dari magma indonesia.

Saat ini Gunung Gamalama berstatus level II (waspada). Atas kondisi ini, masyarakat di sekitar Gunung Gamalama dan pengunjung juga wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 1,5 km dari kawah puncak gunung. Pada musim hujan, warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Gamalama juga diimbau tetap waspada terhadap ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah