FPI Tolak Gandrung Sewu, NU Banyuwangi: Jangan Kaitkan Kegiatan Budaya dengan Bencana

"Kami menolak segala pemaksaan yang mengatasnamakan apapun termasuk agama, itu tidak boleh," jelas Ketua Lakspesdam NU Banyuwangi, Zainal Mustofa.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 19 Okt 2018 17:34 WIB

Author

Hermawan Arifianto

FPI Tolak Gandrung Sewu, NU Banyuwangi: Jangan Kaitkan Kegiatan Budaya dengan Bencana

Penari Gandrung berlatih menari kolosal di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (7/10). (Foto: ANTARA/ Budi C)

KBR, Banyuwangi - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Jawa Timur meminta masyarakat tak mengaitkan bencana alam yang terjadi belakangan ini dengan ritual seni dan budaya.

Pernyataan ini merespons penolakan pengurus Front Pembela Islam (FPI) setempat terhadap helatan Festival Gandrung Sewu 2018 di Banyuwangi. FPI Banyuwangi beranggapan, kegiatan yang melibatkan 1.000an pelaku seni itu jadi salah satu faktor terjadinya bencana.

Menanggapi itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Banyuwangi Zainal Mustofa menjelaskan, tak ada hubungan antara seni dan budaya dengan bencana. Menurutnya, terkesan memaksakan bila memautkan antara kedua hal itu dalam hubungan sebab-akibat.

"Pro-kontra tentang pemahaman kasus kemaksiatan ataupun kebudayaan atau Gandrung Sewu ini tidak boleh memaksakan ini," kata Zainal Mustofa di Banyuwangi, Jumat (19/10/2018).

"Intinya sifatnya yang kami tekankan adalah kami menolak segala pemaksaan yang mengatasnamakan apapun termasuk agama, itu tidak boleh. Karena negara kita dihuni berbagai agama. Kaitan dengan masalah bencana yang dikaitkan dengan seni dan budaya ini, kami menganggap sesuatu yang memperihatinkan," jelasnya lagi.

Zainal pun meminta FPI atau kelompok lain tak memprovokasi masyarakat untuk menolak pelaksanaan kegiatan seni dan budaya yang, selama ini justru berlangsung baik-baik saja. Ia percaya, warga sudah cakap untuk menilai apakah sebuah pertunjukkan seni itu menimbulkan kerugian atau tidak.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FPI Banyuwangi menyatakan sikap untuk menolak pelaksanaan Gandrung Sewu 2018. Sebabnya, FPI menganggap kegiatan itu mengumbar kemaksiatan. Ketua DPW FPI Banyuwangi Agus Iskandar meminta Bupati Abdullah Azwar Anas untuk mencari cara lain dalam memajukan Kabupaten Banyuwangi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Diminta Pidanakan Tindakan Penyiksaan Oleh Aparat