BKSDA Aceh Evakuasi Orangutan di Kebun Sawit

"Call centre BKSDA itu menerima laporan dari masyarakat tentang ada satu individu masyarakat di kebun sawit dekat rumah warga"

BERITA , NUSANTARA

Senin, 22 Okt 2018 15:23 WIB

Author

Erwin Jalaludin

BKSDA Aceh Evakuasi Orangutan di Kebun Sawit

Orang utan yang dievakuasi karena tersesat di kebun sawit. (Foto: BKSDA Aceh)

KBR, Aceh - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengevakuasi satu individu orangutan dari kebun milik warga di Dusun Tanjung Punti, Desa Blang Balok, Kecamatan Peureulak Kota, Kabupaten Aceh Timur, Senin (22/10/2018).

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, orangutan tersebut berjenis kelamin jantan dengan berat 35 kilogram dan diperkirakan berusia 20 tahun ini merupakan peliharaan warga setempat dan tersesat di kebun sawit.

"Dua hari yang lalu, call centre BKSDA itu menerima laporan dari masyarakat tentang ada satu individu masyarakat di kebun sawit dekat rumah warga. Dari lapangan diketahui bahwa dia (orangutan, red) ada di kebun masyarakat dan cukup jauh dari habitat, kemudian kita evakuasi," jelas Sapto Aji Prabowo kepada KBR, Senin (22/10/2018).  

Ia pun menambahkan, selanjutnya orangutan tersebut dibawa ke Pusat Rehabilitasi Batu Mbelin di Provinsi Sumatera Utara. 

Sapto mengatakan, poses rehabilitasi itu diperlukan agar orangutan terbiasa dengan habitat liar di hutan.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.