Amankan Pertemuan IMF-World Bank di Bali, TNI Siapkan Empat Kapal Perang

"Ini untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, ancaman terorisme selama pertemuan tahunan Bank Dunia berlangsung,"

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 05 Okt 2018 15:45 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Amankan Pertemuan IMF-World Bank di Bali, TNI Siapkan Empat Kapal Perang

Ilustrasi kapal patroli TNI AL

KBR, Banyuwangi - TNI Angkatan Laut mengerahkan empat kapal perang untuk menjaga Selat Bali saat pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Oktober ini. Menurut Komandan Lanal Banyuwangi, Suhartaya, empat kapal perang yang disiagakan di perairan Selat Bali selama pertemuan IMF-World Bank ini di antaranya KRI Makasar dan KRI Surabaya. 

Kapal perang ini telah diberangkatkan dari pangkalan Armada Dua, Surabaya sejak Kamis (4/10/2018) lalu.

Suhartaya melanjutkan, kapal perang ini nantinya melakukan patroli di perairan yang berbatasan langsung dengan Bali. 

"Ini untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan, ancaman terorisme selama pertemuan tahunan Bank Dunia berlangsung," kata Suhartaya di Banyuwangi, Jumat (5/10/2018).

Selain mengamankan perairan yang berbatasan langsung dengan Bali dengan menggunakan kapal perang. Aparat keamanan juga mulai memperketat pengamanan di sejumlah pintu masuk ke Bali, salah satunya Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur.

"Sedikitnya satu pleton personil gabungan dari TNI dan Polisi diterjunkan untuk memeriksa kendaraan dan penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Bali," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Kepolisian Banyuwangi, Soemartono, mengatakan bakal memperketat pengamanan menjelang hingga pelaksanaan pertemuan IMF-World Bank.

"Apalagi di Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu penyangga pertemuan  IMF-World Bank," tambahnya.  


Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.