4 Ribu Guru Honorer Mogok, Aktivitas Belajar Mengajar di Indramayu Lumpuh

Sejak lahirnya PP Nomor 48 Tahun 2005, hingga direvisi dua kali dan terakhir juncto PP Nomor 56 Tahun 2012, permasalahan guru honorer dan tenaga kependidikan ini tidak kunjung selesai

BERITA , NUSANTARA

Senin, 15 Okt 2018 22:03 WIB

Author

Frans Mokalu

4 Ribu Guru Honorer Mogok, Aktivitas Belajar Mengajar di Indramayu Lumpuh

Guru honorer yang mengancam memperpanjang mogok masal jika pemerintah tidak mengindahkan usulan mereka. (Foto: KBR/Frans C Mokalu)

KBR,Indramayu- Sekitar 4.000 guru honorer di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menggelar aksi mogok massal. Aksi mogok Guru honorer ini menyebabkan kegiatan belajar-mengajar di seluruh TK/PAUD, SD dan SMP di Indramayu, terhenti.

Guru honorer di Indramayu ini menuntut agar Pemerintah memperhatikan kesejahteraan dan mengangkat mereka menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Sekjen Forum Komunikasi Honorer Indonesia (FKHI) Indramayu, Nana Sugiana, jika tuntutan tak direspons maka aksi mogok mengajar akan diperpanjang hingga 31 Oktober 2018. Bahkan, FKHI akan mengutus perwakilan ke Jakarta dan menemui Presiden Joko Widodo dengan berjalan kaki.

Nana Sugiana mengatakan, status dan nasib guru honorer semakin tidak jelas karena perubahan Undang Undang.

"Sejak lahirnya PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 48 Tahun 2005, hingga direvisi dua kali dan terakhir juncto PP Nomor 56 Tahun 2012, permasalahan guru honorer dan tenaga kependidikan ini tidak kunjung selesai," kata Nana di Indramayu, Senin (15/10/2018).

Ia pun melanjutkan, kelahiran Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dianggap diskriminatif terhadap guru honorer dan tenaga kependidikan. "UU Nomor 5 Tahun 2014 dan terakhir munculnya PP Nomor 11 Tahun 2017, ditambah lagi kehadiran Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018," imbuhnya.

Nana mengaku, selama ini guru honorer hanya digaji maksimal sebesar Rp300 ribu per bulan dan harus menunggu dana BOS cair atau paling cepat tiga bulan sekali.

"Satu bulan ada yang Rp150 ribu, Rp200 ribu, paling maksimal Rp300 ribu. Kami sudah mengajar lebih dari 10 tahun. Tapi sampai sekarang, nasib kami tidak menentu."

Baca: 7.000 Guru Honorer Tagih Uang Tunjangan

Sementara, Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin mengatakan, telah mengerahkan personelnya untuk menjadi tenaga pengajar darurat. Jumlahnya pun disesuaikan dengan kebutuhan di tiap-tiap sekolah dan bidang ilmu yang dikuasai personel. Langkah ini dtempuh akibat aksi mogok guru honorer. 

"Sudah kami siapkan tujuh Polwan untuk mengajar. Secara angka pasti, kami belum menyiapkan karena masih kordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Polsek-Polsek, dan Dinas Pendidikan. Minimal bisa menyampaikan pelajaran jadi tidak asal tunjuk saja," jelas Arif Fajarudin.


Editor: Kurniati


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.