Share This

Polisi Duga Pelaku Penembakan di Tembagapura Sebagai Kelompok Anti Freepot

Polisi juga mencurigai kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin Sabinus Waker sebagai penembak dua kendaraan operasional PT Freeport beberapa waktu lalu.

BERITA , NUSANTARA

Minggu, 22 Okt 2017 16:33 WIB

Ilustrasi. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Kepolisian menduga pelaku penembakan di Tembagapura, Papua adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin Sabinus Waker. Juru bicara Kepolisian Daerah Papua, M Kamal mengatakan, kelompok tersebut memang terindikasi menolak keberadaan perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat tersebut.

"Memang betul, kelompok Sabinus Waker itu (yang diduga pelakunya-red). Saat ini pengejaran masih terus dilakukan pada pagi hari tadi. Kalau kemarin, fokus kami adalah mengevakuasi korban. Setelah kontak tembak itu, sebagian mengevakuasi korban, sebagian lainnya langsung melakukan pengejaran. Dan mereka langsung masuk ke wilayah lereng-lereng," jelas Kamal saat dihubungi KBR, Minggu (10/22) siang.

Kamal menambahkan polisi juga mencurigai KKB sebagai penembak dua kendaraan operasional PT Freeport beberapa waktu lalu yang berujung baku tembak dengan Brimob.

"Kami menduga pelakunya sama meski dua penembakan itu terjadi di lokasi yang berjauhan," imbuhnya.

Sementara, kondisi dua personel Brimob yang menjadi korban penembakan saat ini sudah berangsur membaik. "Saat ini keduanya masih dirawat di RS Tembagapura."

Sabtu, 21 Oktober 2017, terjadi baku tembak antara Brimob Polda Papua dengan kelompok yang diduga KKB Pimpinan Sabinus Waker di Gunung Sangker Kalibua Kampung Utikini di Tembagapura. Dua personel Brimob terluka dan dievakuasi ke Rumah Sakit PT Freeport Tembagapura pada pukul 17.20 WIT.

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.