Mahasiswa Unair Kecewa Keputusan Jokowi Setujui Revisi UU KPK

Mahasiswa kecewa dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang menyetujui pembahasan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 13 Sep 2019 16:47 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Mahasiswa Unair Kecewa Keputusan Jokowi Setujui Revisi UU KPK

Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya berorasi, kecewa akan keputusan Presiden Jokowi menyetujui revisi UU KPK. (Foto: KBR/Budi Prasetyo)

KBR Surabaya - Ratusan mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Jawa Timur, Jumat (13/9/2019).

Dalam aksinya itu, mahasiswa kecewa dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang menyetujui pembahasan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Mahasiswa menilai, penolakan Jokowi terhadap beberapa poin di revisi UU KPK tidak mencerminkan semangat pemberantasan korupsi, karena seharusnya pembahasan RUU KPK dihentikan seluruhnya.

"Menurut kami empat poin yang ditolak Jokowi sampai saat ini hanya bualan semata. Karena proses dari revisi undang-undang KPK masih berjalan. Ini bullshit karena kemarin bapak Jokowi dengan tergesa-gesa menyetujui revisi undang-undang KPK," kata ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unair Agung Tri Putra disela-sela aksi.

Agung heran dengan sikap Jokowi menyetujui pembentukan dewan pengawas. Pasalnya, adanya lembaga pengawas dinilai akan menghambat kerja KPK dalam pemberantasan korupsi.

"Pada hari ini bapak Jokowi menyepakati dewan pengawas lembaga kita adalah lembaga independen. KPK adalah lembaga independen, dengan adanya lembaga pengawas maka tidak bisa berjalan," kesalnya.

Selain itu, lanjut Agung, sikap Jokowi dalam revisi UU KPK membingungkan. Pasalnya, meski menolak poin-poin dalam pembahasan RUU KPK, Jokowi masih membiarkan UU tersebut berjalan dan disahkan oleh DPR.

"Ini kan aneh kita menolak adanya revisi undang-undang KPK. Bapak Jokowi jika berbicara di depan media massa tanpa adanya tindakan kongkrit maka ini adalah penghianatan. Dan dia telah mengkhianati kita semua," pungkasnya.

Selain menggelar aksi, mahasiswa Unair itu juga membawa spanduk dan poster keprihatinan terhadap revisi Undang-Undang KPK.

"Kita kompak teriak, KPK bubar, negara ambyar," kata orator lainnya.

Selain aksi dan orasi, ratusan mahasiswa juga mencoba menyampaikan aspirasi mereka lewat anggota DPRD Jawa Timur.

Editor: Kurniati Syahdan
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap