Konflik Wamena, Mama-mama Penyelamat Nyawa Warga

"Tarik anak saya langsung dirangkul. Jangan dibunuh. Bapak ini yang kasih makan saya tiap hari."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 30 Sep 2019 10:02 WIB

Author

Arjuna Pademme

Konflik Wamena, Mama-mama Penyelamat Nyawa Warga

Suasana aktivitas jual beli di Wamena, Jayawijaya, Papua, Kamis (26/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jayapura-  Beberapa pengungsi Kota Wamena mengaku selamat dari demonstrasi rusuh di ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua pada 23 September 2019, karena diselamatkan ibu-ibu.

Salah satu pengungsi, Abdullah Sihanudin (40) mengatakan, ia bersama anak perempuannya yang masih balita diselamatkan seorang ibu bernama Mama Lani.

Menurut, Abdullah, ketika kejadian istrinya bersama warga lain telah menyelamatkan diri terlebih dahulu. Abdullah yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek dan agen tiket pesawat itu, kemudian berlindung di rumah Mama Lani yang berada tepat di belakang rumahnya.

"Ibu satu itu menyelamatkan saya. Tarik anak saya langsung dirangkul. Jangan dibunuh. Bapak ini yang kasih makan saya tiap hari. Bilangnya begitu to. Saya sembunyi itu dari jam 9 sampai jam 12," kata Abdullah. 

Abdullah telah dievakuasi ke Jayapura dan ditampung sementara bersama bersama 105 warga lainnya di Aula Pangkalan Utama TNI Angkatan Udara Silas Papare Jayapura,  

Kerusuhan Wamena membuat Abdullah harus kehilangan segala harta bendanya. Warga yang sejak 2014 merantau ke Wamena itu, kini berencana kembali ke kampung halamannya.

Pernyataan yang sama dikatakan warga lainnya, Nani Susongki. Kata perempuan paruh baya itu, dia diselamatkan seorang ibu. Nani sejak 17 tahun lalu merantau ke Wamena.

Kata dia, saat kerusuhan pecah, ia ditolong Mama Manu, yang merupakan tetangganya. Nani dan beberapa warga lainnya disembunyikan Mama Manu di rumahnya.

Katanya, ketika ada sekelompok sekelompok orang bersenjata tajam yang akan membakar mobil angkot milik suami Nani, Mama Manu melarangnya.

"Kalau kami di Mama Manu, di belakang rumah. Itu Mama Manu bilang, tolong, tolong, minta jangan dibakar itu saya punya anak. Mobil jangan dibakar," kata Nani.

Pengungsi

Sebanyak tujuh ribu warga mendaftar untuk dievakuasi dari Wamena, Papua menggunakan pesawat Hercules milik TNI.  Meski situasi Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya berangsur kondusif pascademonstrasi rusuh di wilayah itu pada 23 September 2019.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Silas Papare Jayapura, Marsekal Muda Tri Bowo Budi Santoso mengatakan hingga  Sabtu (28/9/2019), sebanyak 1.500 warga Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya telah dievakuasi ke Jayapura dan ditampung sementara di beberapa lokasi di antaranya di Aula Lanud Jayapura dan Batalyon 751 Raider.

"Di Lanud   ada 106 pengungsi. Tadi pagi sudah berangkat 12 orang ke Makassar. Kita dorong ke Batalyon Rider 751. Tadi malam sudah ada 54 orang, terus siang ini juga masuk di sana kurang lebih 150 orang. Nanti kalau Batalyon tidak cukup menampung, nanti ke Rindam," kata Tri Bowo Budi Santoso.

Menurut dia,  TNI hanya menampung sementara warga Wamena yang dievakuasi ke Jayapura. Dia mempersilakan, jika ada di antara warga tersebut ingin tinggal bersama kekuarganya di Jayapura atau kembali ke kampung halaman.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Sejumlah Daerah Protes Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Pancasila Merajut Keberagaman Indonesia

Kabar Baru Jam 13