Karhutla, Ribuan Penumpang Gagal Terbang di Kaltim

"Delay sampai saat ini sudah ada sekitar 20 penerbangan dan batal terbang lebih banyak lagi ada sekitar 35 penerbangan,”

BERITA | NUSANTARA

Senin, 16 Sep 2019 15:21 WIB

Author

Teddy Rumengan

Karhutla, Ribuan Penumpang Gagal Terbang di Kaltim

Warga menggunakan masker saat berada di objek wisata bantaran Sungai Kahayan, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Minggu (15/9/2019). (Foto: Antara)

KBR, Balikpapan–  Ribuan penumpang gagal terbang ke sejumlah daerah  dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur  sejak Jumat (13/09)   hingga Senin (16/09) ini. Juru Bicara PT. Angkasa Pura I Balikpapan Adina Megasari mengatakan, ada sekitar 20 penerbangan yang mengalami delay  dan 35 penerbangan yang mengalami pembatalan. Penyebabnya jarak pandang bandara tujuan.

Menurutnya, ada sejumlah penerbangan dari Jakarta tujuan sejumlah daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang terpaksa dialihkan ke Bandara Sepinggan Balikpapan.

Termasuk ada sejumlah penerbangan yang harusnya dari Bandara APT Samarinda tujuan ke sejumlah daerah di Indonesia namun dialihkan ke Bandara Sepinggan Balikpapan.

Hingga, Senin (16/09) pagi, sekitar 1.500 penumpang yang diperkirakan gagal terbang ataupun mengalami delay akibat kabut asap.

“Kalau yang terpengaruh mulai hari Jumat kemarin kami perkirakan sekitar 1.500-an penumpang. Ini kami tetap arahkan ke maskapai karena terkait proses refund ataupun delay kan tanggungjawabnya kan ada di maskapai. Tapi kami bekerjasama dengan maskapai intinya memberikan tempat-tempat istirahat untuk penumpang. Delay sampai saat ini sudah ada sekitar 20 penerbangan dan batal terbang lebih banyak lagi ada sekitar 35 penerbangan,” kata Adina Megasari, Senin (16/09)

Dalam beberapa hari terakhir memang kabut asap di sejumlah daerah di Kalimantan Timur maupun Kalimantan Utara makin pekat. Di sejumlah daerah di Kalimantan Timur bahkan jarak pandang hanya sekitar 10 meter.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

AS Mempertimbangkan Rencana Untuk Mengirim Pasukan Ke Timur Tengah

Google dan Facebook Ingin Bangun Pusat Data di Indonesia

Jualan Online Mesti Urus Izin Usaha

Kabar Baru Jam 20