Gegara Karhutla, Orangutan Juga Kena ISPA

"Ada juga orangutan yang sempat terserang ISPA, berhasil disembuhkan, tapi karena ada kabut asap ini ya kambuh lagi.”

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 17 Sep 2019 15:39 WIB

Author

Adi Ahdiat

Gegara Karhutla, Orangutan Juga Kena ISPA

Ilustrasi. (Foto: Wikimedia Commons)

KBR, Jakarta - Belasan orangutan yang direhabilitasi Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menurut dokter hewan di Yayasan BOS, salah satu penyebabnya adalah asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Lokasi sekolah hutan memang tidak terlalu jauh dari hutan yang terbakar. Kemungkinan itu salah satu yang menyebabkan belasan orangutan mengalami ISPA,” kata dokter Viet kepada Antara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/9/2019).

Orangutan yang terinfeksi ISPA itu ada yang berusia dewasa dan balita. Mereka yang terinfeksi langsung diberi ramuan herbal dan vitamin.

“Kami memang ada membuat sendiri ramuan herbal dari bawang yang diberikan kepada orangutan terserang ISPA. Ada juga orangutan yang sempat terserang ISPA, berhasil disembuhkan, tapi karena ada kabut asap ini ya kambuh lagi,” kata dokter Viet.

Menurut data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kondisi udara di Provinsi Kalteng, khususnya Palangkaraya, sudah di level berbahaya bagi manusia, orangutan, dan mahluk hidup lainnya.


Baca Juga: Akibat Karhutla, 144 Ribu Orang Kena ISPA


Ulah Manusia

Menurut Polri, bencana karhutla di Indonesia hampir seluruhnya terjadi karena ulah manusia.

“Pada saat peninjauan Pak Kapolri bersama Panglima TNI di Riau, memang bisa disimpulkan 99 persen kejadian kebakaran hutan dan lahan itu adalah faktor kemanusiaan,” tegas Humas Polri Dedi Prasetyo di situs resminya, Senin (16/9/2019).

"Polri konsen melakukan penegakan hukum terhadap siapa saja yang terbukti melakukan pembakaran lahan maupun hutan, baik itu unsur sengaja maupun ada unsur kelalaian,” sambungnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum