Share This

Bawaslu Padang Lawas Utara Temukan Satu NIK Digunakan 47 Pemilih

Temuan itu didapat dari tempat pemungutan suara (TPS) 03, Desa Hutanopan, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 13 Sep 2018 16:23 WIB

Ilustrasi kotak suara. (Foto: Antara)

KBR, Paluta - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Padang Lawas Utara (Bawaslu Paluta), Sumatra Utara menemukan data ganda yakni penggunaan satu NIK untuk 47 pemilih. Ketua Bawaslu Paluta, Pangabean Hasibuan mengatakan, temuan itu didapat dari tempat pemungutan suara (TPS) 03, Desa Hutanopan, Kecamatan Halongonan.

"Ada satu NIK untuk 47 orang ini digunakan untuk Pemilu 2019," kata Pangabean, Kamis (13/9/2018).

Pangabean mengatakan, Bawaslu Paluta telah melaporkan temuan ini ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat agar diperbaiki. Ia merekomendasikan, 47 pemilih yang menggunakan satu NIK tersebut dicoret dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

"Suratnya sudah kami kirim ke KPU. Mereka berjanji akan menindaklanjutinya," ujarnya.

Bawaslu Paluta juga menemukan ribuan pemilih ganda yang terdaftar dalam DPT Pemilu 2019. KPU Daerah Paluta sebelumnya menetapkan DPT sebanyak 143.590 orang.

"Kami sudah duduk bersama beberapa hari ini dengan KPU untuk menuntaskan persoalan pemilih ganda dan TMS ini," kata Pangabean.

Baca juga:

Editor: Gilang Ramadhan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.