Share This

Suporter Timnas Tewas, Polisi Buru Pelaku Penyulut Mercon Tembak hingga ke Solo

"Penyelidikan dulu dilakukan. baru kita melakukan koordinasi, karena pada saat itu suara tembakan itu berasal dari timnas tribun selatan."

BERITA , NUSANTARA

Senin, 04 Sep 2017 17:28 WIB

Ilustrasi. (Foto: Youtube.com)

KBR, Jakarta - Tim reserse kriminal Polres Metro Bekasi Jawa Barat memburu pelaku penyulut rocket flare (suar/petasan tembak) yang menewaskan salah seorang penonton pertandingan sepakbola di Stadion Patriot, Bekasi, pada Sabtu (2/9/2017).

Dalam pertandingan itu, seorang suporter sepakbola Indonesia, Catur Yulianto terkena tembakan rocket flare pada wajahnya saat menyaksikan pertandingan timnas Indonesia melawan Fiji. Catur tewas saat hendak dibawa ke rumah sakit Mitra Keluarga, Bekasi.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti selongsong suar tangan (hand flare) dan pengaman suar tembak (rocket flare). Arah tembakan berasal dari tribun selatan, menuju ke lokasi korban berada di tribun timur.

Juru bicara Polres Metro Bekasi, Erna Ruswing mengatakan tim penyelidik polisi akan berangkat menuju Solo Jawa Tengah untuk menemui pimpinan tim suporter Pasoepati Persis Solo, guna melacak pelaku.

"Dugaan polisi, pada saat kejadian pelemparan roket itu berasal dari timnas Jawa Tengah. Anggota kami dari Reskrim Polres sedang mengarah ke Solo mencari pelaku, dan berkoordinasi dengan Ketua Pasopati pendukung Persis Solo. Bukan pengejaran, tapi pengecekan dulu. Penyelidikan dulu dilakukan. baru kita melakukan koordinasi, karena pada saat suara tembakan itu berasal dari timnas tribun selatan," kata Erna, saat dihubungi KBR, Minggu (3/9/2017).

Polres Bekasi juga memeriksa lima orang saksi yang berada di tempat kejadian. Para saksi antara lain Haikal Alfajri adik ipar korban, Taufik Hidayat sepupu istri korban, Andesit Lestianto Sekretaris PSSI serta dua petugas Polres Metro Bekasi yaitu Aiptu Deni Hermansyah dan AKP Sunowo.

"Kami sudah memeriksa saksi-saksi. Selanjutnya kami akan tunggu hasil dari rekaman tayangan pertandingan dari tv swasta, pull info dari beberapa pendukung sepak bola, termasuk dari The Jakmania tentang kejadian tersebut serta hasil laboratorium forensik dari barang bukti yang ditemukan di TKP," kata Erna.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.