Share This

Aparat Tangkap 3 Tersangka Pembalakan Liar di Taman Nasional Gunung Leuser

”Kasus ini sudah diintai selama 10 hari, hingga akhirnya bisa terungkap begini. Dan, informasi terbaik Kita adalah tetap dari masyarakat,”

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 07 Sep 2017 12:11 WIB

Tersangka dan barang bukti pembalakan liar di Taman Nasional Gunung Leuser. (Foto: BBTNGL)

KBR, Langkat– Tim Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser  (BBTNGL) menangkap tiga pelaku sindikat penyeludupan kayu olahan di kawasan Besitang, barak Gajah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Ketiganya berinisial S, S dan W, asal Desa Sawit Sebrang. Kepala Bidang Wilayah III BBTNGL, Ardi Andono mengatakan, sindikat perdagangan kayu olahan itu terungkap berkat informasi dari masyarakat.

kata dia, puluhan batang kayu, jenis damar disita sebagai barang bukti dalam kasus tersebut.

”Yang perlu diketahui kayu damar itu tak ada ditempat lain, terkecuali di Taman Nasional. Inipun sudah Kita pastikan asalnya dari sana Taman Nasional Gunung Leuser, nanti biar polisi melakukan pengusutan lebih lanjut sampai kepada penadahnya,” kata Ardi Andono menjawab KBR, Kamis (7/9).

Ia menambahkan, ketiga tersangka dijerat Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan membayar denda sekitar 2,5 miliyar. Kasus tersebut sekarang dilimpahkan kepada Polisi Resort (Polres) Langkat untuk pengembangan lebih lanjut.

”Mereka (pelaku-rede) menunggu Kita lengah, biasanya Mereka keluar malam. Cuma, pas siaga malam tidak pernah ketemu, tidak tahunya sekarang baru kena deh ketangkap tangan,” paparnya.

Sementara Kepala BBTNGL, Misran menegaskan, segala bentuk pembalakan liar harus diproses secara hukum. Tujuannya   memberikan efek jera dalam rangka menjaga kelestraian alam di area konservasi. Penangkapan ini melibatkan tim gabungan dari Forest Wildlife Protection Unit (ForWPU).

”Kasus ini sudah diintai selama 10 hari, hingga akhirnya bisa terungkap begini. Dan, informasi terbaik Kita adalah tetap dari masyarakat,” tuturnya.

Aparat menyita  barang bukti di antaranya mobil pengangkut jenis Grand Max berwarna hitam, kayu damar berjumlah 58 batang ukuran 2 x 5 inci sepanjang 2,10 Meter.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.