Siap-siap Tarif Parkir di Jakarta Makin Mahal

"Lokasi-lokasi yang tingkat kepadatannya tinggi tarif parkirnya juga akan tinggi," ujar Anies Baswedan.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 09 Agus 2019 15:35 WIB

Author

Dwi Reinjani

Siap-siap Tarif Parkir di Jakarta Makin Mahal

Ilustrasi kemacetan lalu lintas di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat pada 7 Agustus 2019. Pengguna kendaraan pribadi diharapkan beralih ke angkutan umum dengan diterapkan tarif parkir mahal. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta tengah mengkaji kenaikan tarif parkir untuk mengurangi volume kendaraan sehari-hari.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, kenaikan tarif parkir itu masih dalam kajian dan penyesuaian harga yang nantinya akan disampaikan kepada publik.

“Jadi instruksi Gubernur nomor 66 tahun 2019, mengintruksikan untuk ada peningkatan tarif parkir. Nah, saat ini sedang dihitung besarannya karena tarif parkirnya tidak lagi sama untuk semua lokasi. Lokasi-lokasi yang tingkat kepadatannya tinggi tarif parkirnya akan tinggi. Jadi nanti akan ketemu biaya parkir yang asimetris, di setiap wilayah beda, di setiap jam berbeda juga beda,” ujar Anies Baswedan usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jumat (9/8/2019).

Anies mengatakan, kebijakan tarif parkir akan sesegera mungkin dirampungkan, namun ia belum mau menyebut besaran kenaikan tarif tersebut.

"Jika tidak diumumkan secara lengkap terkait wilayah dan jam mana saja yang memiliki tarif lebih tinggi, dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi yang salah dan malah membuat gaduh," terangnya.

Yang pasti, Anies berharap, kenaikan tarif parkir diharapkan dapat memaksa masyarakat untuk menggunakan layanan kendaraan umum daripada menggunakan kendaraan pribadi.

"Sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan polusi udara yang lebih parah lagi," tukasnya.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun