PVMBG: Waspada Gunung Slamet!

Salah satu rekomendasi PVMBG adalah pelarangan pendakian Gunung Slamet untuk waktu yang tak bisa ditentukan.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 09 Agus 2019 13:33 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

PVMBG: Waspada Gunung Slamet!

Ilustrasi puncak Gunung Slamet. (Foto: Sumarwoto/ANTARA)

KBR, Banyumas – Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM menaikkan status Gunung Slamet, dari level I (normal) menjadi Level II (Waspada). Status dinaikkan pada Jumat (9/8/2019) pukul 09.00 WIB.

Kepala PVMBG, Kasbani mengatakan berdasarkan data pemantauan instrumental terlihat ada peningkatan aktivitas cukup signifikan dan perlu diantisipasi jika terjadi erupsi.

Dia menjelaskan, potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik yang menghasilkan lontaran material pijar. Cakupan lontaran material bisa mencakup daerah sekitar puncak Gunung Slamet dalam radius dua kilometer. Atau, bisa juga berupa erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah tanpa ada gejala vulkanik yang jelas.

Kasbani meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah puncak. PVMBG juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak lain untuk melarang pendaikan Gunung Slamet.

“Akhir Juni lalu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Slamet, baik secara visual maupun dari data instrumen, seperti gempa embusan. Itu meningkat sangat signifikan. Dalam satu hari bisa mencapai 1.000 kali. Kemudian data deformasi juga ada penggelembungan. Makanya ada potensi erupsi. Tadi kami meningkatkan statusnya, dari level Normal menjadi Level Waspada atau II, dengan ancaman 2 kilometer dari kawah,” kata Kasbani, Jumat (9/8/2019).

Kasbani mengemukakan, PVMBG juga sudah mengirimkan surat resmi kepada pihak terkait lainnya, seperti Gubernur Jawa Tengah, bupati di lima kabupaten, BNPB, BPBD dan sebagainya.

Salah satu rekomendasi PVMBG adalah pelarangan pendakian Gunung Slamet untuk waktu yang tak bisa ditentukan.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet terakhir terjadi pada Maret hingga Agustus 2014. Aktivitas saat itu meningkat diikuti erupsi yang menghasilkan material abu dan lontaran material pijar di sekitar kawah (Tipe Letusan Strombolian). Sama seperti saat sekarang, radius bahaya juga mencapai dua kilometer.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Koalisi Gemuk Pemerintah Dinilai Ancam Demokrasi