Akhir Manis Kasus Dokter Gigi Romi Syofpa Ismael

"Jadi mudah-mudahan dengan kasus drg Romi ini, seluruh kepala daerah, bupati, walikota menyimak ini, menjadikan satu pelajaran agar nanti diberikan ruang kepada disabilitas."

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Selasa, 06 Agus 2019 21:24 WIB

Author

Zuliayandani, Astri Yuana Sari

Akhir Manis Kasus Dokter Gigi Romi Syofpa Ismael

Unjukrasa mendukung hak CPNS Dokter Gigi Romi Syofpa Ismael. (Foto: KBR/Zuliayandani)

KBR, Sumbar- Pemerintah memutuskan mengembalikan hak drg. Romi Syofpa Ismael sebagai Calon PNS di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, kasus yang menimpa Romi sudah ditutup atau sudah selesai, meski masih akan terus dikawal hingga keluarnya Surat Keputusan Calon PNS-nya.

Pemerintah daerah diminta belajar dari kasus ini dan membuat lebih rinci peraturan seleksi CPNS agar tidak ada salah penafsiran undag undang. Pemerintah daerah juga diminta tidak diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

"Jadi mudah-mudahan dengan kasus drg Romi ini, seluruh kepala daerah, bupati, walikota menyimak ini, menjadikan satu pelajaran agar nanti diberikan ruang kepada disabilitas ini untuk bisa mereka jadi pegawai (PNS) dan tentu penempatannya disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Nah, pada saat penerimaan pegawai pun saya kemarin sarankan agar syarat jasmani dan rohani tidak rancu. Harus disebutkan spesifik apa saja syaratnya yang lengkap, supaya tidak menimbulkan persepsi masing-masing. Sehingga mereka yang difabel juga tidak merasa dikucilkan. Agar aturan kepegawaian kedepan itu syarat jasmani dan rohani agar dijelaskan secara teknis," ujar Wagub Sumbar Nasrul Abit kepada KBR.

Romi kini tinggal menunggu SK CPNS dan akan bertugas di RSUD Solok Selatan. Kelulusan CPNS-nya sempat dianulir Pemkab Solok Selatan karena alasan disabilitas. Padahal ia menduduki peringkat pertama dan telah lulus semua tes. Romi pun sudah mengabdi sebagai dokter honorer sejak 2015 di daerah pelosok, tepatnya di Puskesmas Talunan, Solok Selatan.

Romi Sedih Tinggalkan Puskesmas Talunan 

Sementara itu, mengomentari penempatan tugas dirinya di RSUD Solok Selatan, Romi merasa bingung sekaligus sedih. Betapa tidak, ia sudah mendapat dukungan banyak pihak di Talunan terkait kisruh Calon PNS-nya. Jadi, kalau akhirnya ia harus meninggalkan Talunan, maka ada kesedihan lantaran Nagari Talunan telah dianggapnya sebagai kampung halaman keduanya.

"Awal tahu di RSUD Solok Selatan bingung ya. Bagaimana masyarakat Talunan dari awal sudah memberikan dukungan yang begitu besar, bahkan dari Wali Nagari, Sekretaris Nagari, Pimpinan Puskesmas, stafnya, masyarakatnya, sedih banget  rasanya. Intinya, meninggalkan Talunan. Talunan ini menjadi kampung kedua bagi saya. Kalau saya libur, ada jiwa yang memanggil saya untuk datang lagi ke Talunan," tutur Romi.

Sudah Pasti Berdinas di RSUD Solok Selatan

Kepastian Romi ditempatkan berdinas di RSUD Solok Selatan juga telah disampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melalui juru bicara Mudzakir.

Menurutnya, bagaimana status Romi selanjutnya merupakan kewenangan dari Bupati Solok Selatan sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). 

"Ya kan kemarin Pak Bupati Solok Selatan telah menjelaskan kepada MenPAN bahwa Bu Dokter Gigi Romi akan ditempatkan di RSUD Solok Selatan. Nah, RSUD itu dipilih karena berada di pusat kota, sehingga memudahkan nanti Dokter Gigi Romi untuk beraktivitas. Jadi intinya, untuk kasus dokter Romi ini sudah ada penyelesaian," kata Mudzakir kepada KBR, Selasa (6/8/2019).

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18