Share This

Pengungsi Gempa Lombok Khawatirkan Musim Hujan

"Yang diinginkan warga kedepannya adalah tempat tinggal yang layak untuk sementara. Karena terpal tidak akan bertahan lama".

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 14 Agus 2018 13:36 WIB

Korban gempa menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di Posko Pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8). (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Pengungsi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), khawatir terhadap masuknya musim penghujan. Hal itu dikarenakan sejumlah pengungsi masih menempati tenda.

Salah seorang pengungsi asal Desa Taman Sari, Lombok Barat, Mutawalli memprediksi tenda pengungsian sementara tidak akan mampu bertahan di tengah musim hujan. Kata dia, pengungsi akan lebih mudah terserang penyakit, terlebih bagi yang tinggal di alam terbuka.

Oleh sebab itu, kata Mutawalli, pembangunan rumah sementara bagi pengungsi sangat dibutuhkan.

"Yang diinginkan warga kedepannya adalah tempat tinggal yang layak untuk sementara. Karena terpal tidak akan bertahan lama. Kemudian di musim hujan ini, kita takutkan ada potensi longsor dari bukit, karena tanah mulai retak-retak,” kata Mutawalli, Selasa, (14/08).

Sementara, di Lombok Barat, terdapat empat kecamatan yang paling parah terdampak gempa, yaitu Kecamatan Gunung Sari, Kecamatan Batu Layar, Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar. Berdasarkan data dari Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok, total jumlah pengungsi di Lombok Barat sebanyak 118 ribu orang.

Editor: Adia Pradana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.