Share This

Logistik Pascagempa Lombok Hanya untuk Dua Hari Lagi

Padahal saat ini masuk masa transisi pemulihan pascabencana di Lombok dan Sumba sampai empat bulan mendatang.

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 31 Agus 2018 11:42 WIB

Pengungsi gempa di Lombok Utara (Foto: Antara)

Pengungsi gempa di Lombok Utara (Foto: Antara)

KBR, Mataram - Persediaan logistik di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat menipis. Laporan yang diterima dari BPBD kabupaten kota menunjukkan, logistik di masing-masing gudang hanya cukup sampai dua hari mendatang. Padahal saat ini masuk masa transisi pemulihan pascabencana di Lombok dan Sumba sampai empat bulan mendatang. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD NTB, Agung Pramuja mengatakan, logistik yang dibutuhkan saat ini adalah mie instan, beras, makanan kaleng dan makanan lainnya. 

“Kondisi logistik pada masa peralihan dari status tanggap darurat ke transisi menuju pemulihan ini, dalam tujuh hari terakhir kami belum menerima sumbangan dari donatur lagi. Jadi yang setiap hari keluar saja. Logistik itu bukan terbatas pada masa tanggap darurat saja. Justru yang memungkinkan lebih panjang waktunya pada status transisi menuju pemulihan,” ujar Agung Pramuja, Jumat (31/8/2018).

BPBD NTB masih tetap membuka kesempatan kepada semua donatur di seluruh Tanah Air untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi di NTB, terutama logistik. Saat ini jumlah pengungsi di tujuh kabupaten kota di Provinsi NTB saat ini hampir 400 ribu orang. Dengan persediaan yang menipis, BPBD NTB tidak bisa menyalurkan bantuan dalam jumlah besar terutama untuk beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khalik tetap menjamin ketersediaan kebutuhan pokok para korban gempa. Di NTB sudah ada sekitar 20 orang tim dari Kementerian yang akan memantau kebutuhan para pengungsi, mereka akan langsung bergerak jika ada kekurangan. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) masih tersedia sebesar 100 ton di Bulog. Cadangan ini nantinya yang bisa dikeluarkan jika dibutuhkan. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.