Share This

KPAI Apresiasi Pencopotan Kepala TK Kartika Probolinggo

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 23 Agus 2018 08:45 WIB

Karnaval kendaraan hias pada acara Karnaval Budaya di Temanggung, Jateng, Sabtu (18/8), memeriahkan HUT RI ke-73. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo, Mochammad Maskur yang telah mencopot jabatan Kepala Sekolah TK Kartika. 

Pencopotan ini terkait dengan penampilan kontroversial siswa TK yang menggunakan cadar dengan replika senjata laras panjang tiruan, saat karnaval di Kota Probolinggo beberapa waktu lalu. Kepsek TK Kartika V-69 Hartatik secara resmi dipindahtugaskan sebagai staf di Disdikpora Kota Probolinggo, terhitung mulai 23 Agustus 2018.

Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti dalam rilis Kamis (23/8/2018) mengatakan, kewenangan pemberian sanksi ada pada tangan Kepala Disdikpora Probolinggo. Retno menekankan, ini bukan kasus yang remeh dan sepele, tapi seharusnya jadi catatan serius bagi Dinas Pendidikan di berbagai daerah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Apa yang terjadi di TK Kartika bisa juga berlangsung di banyak sekolah lain, hanya mungkin tak diketahui publik lantaran tidak viral," kata dia. KPAI juga mempertanyakan bagaimana sekolah menyimpan atribut cadar dan replika senjata tersebut sejak 201.

KPAI juga sudah menyatakan karnaval yang menampilkan siswa TK mengenakan atribut cadar hitam dan membawa senjata api tiruan sebagai bukan hal biasa. "Kita semua tahu bahwa "cadar" dan "senjata" mengingatkan pada atribut kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang terornya menakutkan dunia," kata Retno. "Karenanya sudah seharusnya hal-hal tersebut dijauhkan dari anak-anak. Pendidikan patut steril dari hal-hal kekerasan."

Sebelumnya, karnaval anak TK Kartika V di Probolinggo ini menuai kontroversi lantaran para bocah memakai kostum tak biasa. TK itu dikelola oleh Persatuan Istri Tentara (Persit) di bawah binaan Kodim 0820. 

Dengarkan juga laporan kontroversi karnaval bercadar  ini di sini. 

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.