Share This

Karhutla di Aceh Besar Merembet ke Jalan Nasional

"Hutannya luas dan tidak bisa ditembus dengan unit kendaraan. Kalaupun Kita bawa mesin pompa portable, di sana tidak ada sumber air," jelas Juru Bicara BPBD Aceh Besar, Muhammad Iqbal.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 13 Agus 2018 11:34 WIB

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Hutan Lindung Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, nyaris melalap jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Provinsi Sumatra Utara, Senin, (13/08). (Foto: Ade Irmansyah)

KBR, Aceh- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Hutan Lindung Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, nyaris melalap jalan utama yang menghubungkan Aceh dan Provinsi Sumatra Utara, Senin, (13/08). Titik api tersebut berasal dari kawasan tanaman pinus seluas 5 Hektare di Km 16 Jembatan Seunapet, Aceh Besar.

Juru Bicara Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Muhammad Iqbal menyatakan kewalahan mengatasi kobaran api yang tersebar di sejumlah titik. Kata dia, kendala utama pemadaman adalah lokasi yang sulit dilalui mobil pemadam kebakaran. Kondisi tersebut diperparah dengan teriknya matahari dan angin kencang di wilayah itu.

"Titik api masih ada, karena kita tidak bisa menjangkau. Hutannya luas dan tidak bisa ditembus dengan unit kendaraan. Kalaupun Kita bawa mesin pompa portable, di sana tidak ada sumber air," jelas Iqbal pada KBR.

Iqbal menjelaskan, kini tim pemadam yang dibantu oleh TNI/Polri tengah berupaya menghalau kobaran api yang hendak melalap jalan. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan dalam upaya tersebut.

"Kami harus bekerja ekstra menghambat laju kobaran api di lintasan Kilometer 16 Desa Sibreh ini. Kalau sempat mengenai badan jalan, tentu bisa fatal akibatnya," tuturnya.

Sebelumnya, seluas 100 Hektare kawasan Hutan Lindung Saree terbakar, Rabu, (08/08) lalu. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda mencatat, ada setidaknya 10 titik panas yang melanda Provinsi Aceh. Sementara, penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian masyarakat yang membakar sampah sembarangan.

Editor: Adia Pradana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.