Share This

Jemaah Naqsabandiyah di Sumut Lebaran Iduladha Hari Ini

Salat Idul Adha sudah dilaksanakan Senin (20/8/2018) pagi, di tiga lokasi Indonesia. Antara lain terbagi untuk jemaah di wilayah Sumatra Utara, Riau dan Kepulauan Riau serta jemaah di Pulau Jawa.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 20 Agus 2018 14:17 WIB

Ilustrasi: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang tengah menunaikan salat hari raya. (Foto: ANTARA)

KBR, Medan - Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah hari ini merayakan Iduladha 1439 H. Sekretaris Majelis Fatwa Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah, Syekh Muda Muhammad Yusuf Hamdani mengatakan salat Iduladha sudah dilaksanakan di tiga lokasi Indonesia.

"Ya benar, Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah telah melaksanakan salat Iduladha tadi pagi," kata Yusuf di Medan, Senin (20/8/2018).

Menurut dia, penetapan 10 Dzulhijjah 1439 Hijriah itu sesuai dengan hitungan kalender hisab qamariyah. "Kami setiap tahun mengeluarkan hisab qamariyah di Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah," tutur Yusuf.

"Biasanya Hari Raya Iduladha kami sama harinya dengan awal puasa Ramadan. Kemarin awal puasa kami Senin. Jadi Hari Raya Iduladha kami Senin," tambahnya.

Sebelumnya Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah juga menetapkan Idulfitri 1439 Hijriah lebih cepat dua hari dari ketetapan pemerintah.

"Salat Iduladha digelar jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah kali ini dipusatkan di tiga lokasi. Kalau di Sumatra Utara, ibadah ini digelar di Pondok Pesantren Yayasan Dr Syekh Salman Daim, Bandar Tinggi, Simalungun," ucap Yusuf. 

Sementara ibadah jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah yang bermukim di Riau dan Kepulauan Riau, digelar di Rumah Suluk Darus Shofa, Kandis,  Siak, Riau. Bagi jemaah di Pulau Jawa, salat Id digelar di Rumah Suluk Darussalam, Cigombong, Bogor. 

"Tadi pagi salat Iduladha di Simalungun, diikuti sekitar 1.000 jemaah. Syekh Muda Ruslan Su'aib dipercaya menjadi khatib dan imam salat. Jemaah yang mengikuti salat Iduladha kali ini memang tidak seramai Idulfitri lalu," jelas Yusuf.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.