Share This

Penembakan Petinggi PA Pidie, Polisi Uji Peluru Pelaku

Rumah milik Muhammad Husein ditembaki 6 kali

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 24 Agus 2017 20:28 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Penembakan Petinggi PA Pidie, Polisi Uji Peluru Pelaku

Mobil milik pejabat Partai Aceh, Muhammad Husein, juga tak luput dari penembakan. (Foto: KBR/Erwi Jalaludin)

KBR, Pidie– Kepolisian bakal mengecek 3 selongsong peluru yang digunakan pelaku untuk menembak rumah petinggi Partai Aceh (PA) Kabupaten Pidie. Nantinya 3 peluru itu akan diuji di laboratorium forensik Medan, Sumatera Utara.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pidie, Samsul mengatakan, kepolisian juga telah memeriksa lima saksi.

”Hasil dari olah TKP Kita sudah mendapatkan 3 selongsong amunisi kaliber 5,56 mm. Itu langsung Kita tindaklanjuti untuk dikirimkan ke labfor cabang Medan, beserta barang bukti lainnya serpihan proyektil. Selanjutnya Kita juga diback-up tim Direskrimum Polda Aceh, ” kata Samsul menjawab KBR, Kamis (24/8).

Baca juga: Rumah Petinggi Partai Aceh Pidie Ditembaki Orang

Sebelumnya rumah petinggi Partai Aceh di Desa Dayah Tanoh, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, ditembak orang tak dikenal (OTK). Rumah milik Muhammad Husein alias Husein Mob (40) itu ditembaki sebanyak 6 kali menggunakan senjata api, jenis larang panjang.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Glumpang Tiga, Muchtar Chalid mengatakan, korban tak mengetahui tentang penembakan dirumahnya itu dikarenakan sedang tertidur lelap. Kata Dia, korban baru mengetahui insiden penembakan dimaksud ketika hendak mengeluarkan mobilnya di garasi rumahnya.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.