Share This

Pembangunan SD-SMP Satu Atap di Solo Ditargetkan Selesai Tahun Depan

"Kalau SMP atau SD mana yang akan digabung dalam sekolah satu atap ini belum kita tetapkan, masih kita kaji lebih dalam. Nanti kita bahas dan koordinasikan dulu," kata Wali Kota Solo.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 02 Agus 2017 17:36 WIB

Author

Yudha Satriawan

Pembangunan SD-SMP Satu Atap di Solo Ditargetkan Selesai Tahun Depan

Ilustrasi. (Foto: surakarta.go.id/Publik Domain)

KBR, Solo - Pemerintah Kota Solo Jawa Tengah menargetkan pembangunan sekolah satu atap untuk SD dan SMP bisa diselesaikan pada tahun ajaran baru 2018 mendatang.

Wali Kota Solo Hari Rudyatmo mengatakan saat ini gedung sekolah satu atap sedang dalam proses pembangunan. Ia menyebut bangunan sekolah satu atap itu kini masuk tahap pemasangan atap.

"Kita targetkan tahun ajaran baru tahun depan, 2018, sudah bisa dipakai untuk kegiatan sekolah. Kalau SMP atau SD mana yang akan digabung dalam sekolah satu atap ini belum kita tetapkan, masih kita kaji lebih dalam. Nanti kita bahas dan koordinasikan dulu. Tapi ada tiga SMP yang diajukan untuk sekolah satu atap ini, mana yang akan kita ambil nanti kita kaji dulu," kata Hadi Rudyatmo di Solo, Rabu (2/8/2017).

SD Kendalrejo di Jebres direncanakan dipilih sebagai SD yang akan dijadikan satu atap dengan salah satu SMP negeri dari tiga alternatif SMP di Solo, yaitu SMPN 3, SMPN 5 dan SMPN 10 Solo.

Pemerintah Kota Solo menyiapkan dana sektar Rp15 miliar untuk membangun gedung SD dan SMP satu atap, yang berlokasi di satu kawasan di wilayah pinggiran Solo. Dana itu dirinci Rp5 miliar untuk pembangunan SD dan Rp10 miliar untuk SMP.

Jika bangunan SD dan SMP satu atap ini selesai, maka sejumlah sekolah yang berada di pusat kota akan direlokasi ke pinggiran.



Pembangunan sekolah satu atap ini dimaksudkan agar tidak ada lagi anak lulusan SD yang putus sekolah. Selama ini banyak orang tua murid yang kebingungan menyekolahkan anaknya selepas SD karena lokasi SMP terlalu jauh dan memakan biaya transportasi cukup besar.

"Jadi, nanti tidak ada lagi anak putus sekolah. Anak-anak setelah lulus SD langsung naik ke jenjang berikutnya di satu lokasi," kata Hadi Rudyatmo.

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.