Share This

Kecewa, Eks Karyawan Bakar Rektorat Universitas Malikussaleh Aceh Utara

”Memang betul sudah Kita amankan pelakunya bernama Safwandi, Kita sedang dalami bagaimana Dia membakarnya."

BERITA , NUSANTARA

Jumat, 18 Agus 2017 11:44 WIB

Kampus Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, dibakar eks karyawan Jumat (18/08) pagi. (Foto : KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Aceh Utara– Gedung Rektorat Kampus Universitas Malikussaleh Aceh Utara Provinsi Aceh dibakar eks karyawan. Pembakaran  dilakukan   bekas tenaga honorer instalasi listrik yang dipecat atas nama Safwandi (33) asal Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lhokseumawe, Budi Nasuha Waruwu mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap tersangka pembakaran dilakukan buntut kekecewaan setelah dipecat oleh pihak Kampus Unimal. Kata Dia, pusat pendidikan itu dibakar dengan  menggunakan bensin.

”Memang betul sudah Kita amankan pelakunya bernama Safwandi, Kita sedang dalami bagaimana Dia (tersangka-red) membakarnya terus Kita periksa secara intensif. Dia, itu honorer instalasi listrik di situ, dua hari yang lalu Dia dipecat. Itu dulu ya, nanti modus segala macam lengkapnya pimpinan Saya yang menyampaikannya,” kata Budi menjawab KBR, Jumat (18/08).

Ia menambahkan  terus melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

kebakaran di    Kampus Unimal terjadi pukul 07:00 pada Jumat pagi (18/08). Kebakaran  dipadamkan oleh mobil pemadam   dari  Pemkab Aceh Utara, Pemko Lhokseumawe, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), dan PT Perta Arun Gas (PAG). 


Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.