Share This

ECOTON: Tiap Hari Jutaan Sampah Popok Bayi Dibuang ke Sungai Brantas

"Dalam perundangan kita belum ada yang mengatur popok. Tapi sampahnya ada di mana-mana. Sampah popok dibuang ke sungai secara sembarangan."

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 29 Agus 2017 19:35 WIB

Relawan dari ECOTON dan Brigade Popok membersihkan aliran Sungai Brantas dari sampah popok. (Foto: KBR/Zainul Arifin)

KBR, Malang – LSM Lingkungan Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) menyebut setiap hari ada tiga juta sampah popok bayi dibuang ke Sungai Brantas.

Direktur Ecoton, Prigi Arisandi mengatakan bahan kimia beracun yang terkandung dalam popok bayi itu turut andil menimbulkan pencemaran berat di Sungai Brantas.

Berdasarkan data Ecoton, di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas ada 750 ribu populasi bayi dengan rata–rata memakai empat sampai sembilan popok per hari. Diperkirakan ada tiga juta popok yang dibuang ke Sungai Brantas tiap harinya.

"Temuan kami, pencemaran Sungai Brantas sudah sangat berat sejak 20 tahun lalu. Salah satu masalah penting adalah masalah popok. Dalam perundangan kita belum ada yang mengatur popok. Tapi sampahnya ada di mana-mana. Sampah popok dibuang ke sungai secara sembarangan," kata Prigi Arisandi di Malang, Jawa Timur, Selasa (29/8/2017).

Ecoton bersama relawan Brigade Popok sudah menyusuri Sungai Brantas di Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, Kota Batu dan Kota Malang.

Di sepanjang daerah itu relawan mengevakuasi sedikitnya tujuh ton sampah popok. Namun, masing-masing pemerintah daerah saling lempar tanggung jawab terkait penanganan sampah di Sungai Brantas.

"Pemerintah daerah menyebut itu sungai nasional. Tapi, perlu ada semacam inisiatif dari gubernur atau kota. Kita tak perlu bertengkar, tapi saling koordinasi antara pusat, provinsi dan daerah. Tidak perlu ngomong kewenangan, ini masalah nyata. Di popok banyak senyawa beracun," kata Prigi.

Prigi menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11 A/PRT/M/2006, Sungai Brantas berstatus strategis nasional. Hampir 45 persen populasi warga Jawa Timur tinggal di sepanjang aliran sungai ini. Sungai ini juga menjadi bahan baku air minum warga se Jawa Timur.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.