Share This

Banyak ODHA di Balikpapan Tak Punya Akses BPJS Kesehatan

Bertambahnya jumlah ODHA di Balikpapan itu disebabkan karena bertambahnya pendatang. Dalam kurun enam bulan saja jumlah ODHA bertambah ratusan orang, dan tidak memiliki KTP Balikpapan.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 02 Agus 2017 14:19 WIB

Banyak ODHA di Balikpapan Tak Punya Akses BPJS Kesehatan

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Balikpapan – Jumlah Orang dengan HIV Aids di Balikpapan Kalimantan Timur terus meningkat.

Berdasarkan data Juli 2017, jumlah ODHA di Balikpapan mencapai 1.500 orang. Jumlah itu bertambah ratusan orang dibanding data tahun lalu.

Staf Ahli Wali Kota Balikpapan bidang Sosial, Dyah Muryani mengatakan bertambahnya jumlah ODHA di Balikpapan itu disebabkan karena bertambahnya pendatang. Dalam kurun enam bulan saja jumlah ODHA bertambah ratusan orang dan tidak memiliki KTP Balikpapan.

Yang memprihatinkan, kata Muryani, rata-rata ODHA di Balikpapan tidak memiliki jaminan kesehatan atau BPJS Kesehatan. Hal ini disebabkan kebanyakan ODHA itu warga pendatang yang tidak memiliki KTP Balikpapan.

"Walau mereka sudah tinggal bertahun-tahun di Balikpapan tapi mereka tidak punya KTP sehingga tidak memiliki BPJS," kata Dyah di Balikpapan, Rabu (2/8/2017).

Dyah Muryani mengatakan telah melaporkan kondisi itu ke Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi untuk ditangani.

Dinas Kependudukkan dan Catatan Sipil Kota Balikpapan mencatat jumlah penduduk kota itu bertambah sekitar 2-3 ribu per bulan atau mencapai 20 ribu orang per tahun.

Akses ke Kota Balikpapan yang sangat terbuka, membuat warga dari Jawa, Sulawesi, Sumatera hingga daerah di wilayah timur Indonesia tidak henti mendatangi kota yang kerap disebut sebagai calon kuat ibukota negara Indonesia yang baru di masa mendatang.

Saat ini jumlah warga Kota Balikpapan yang terdata melalui KTP maupun kartu keluarga sebanyak 760 ribu. Jumlah itu akan bertambah, karena masih banyak yang kini sedang mengajukan pembuatan e-KTP.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.