Puluhan Ribu Ayam di Papua Mati Akibat Flu Burung

Jumlah kematian unggas di Merauke kemungkinan bertambah karena hingga kini diduga masih ada peternak yang belum melapor.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 08 Jul 2020 22:00 WIB

Author

Arjuna Pademme

Puluhan Ribu Ayam di Papua Mati Akibat Flu Burung

Ilustrasi unggas mati karena flu burung. (Foto: Creative Commons)

KBR, Jayapura- Puluhan ribu ayam di Kabupaten Merauke, Papua, mati akibat terserang virus flu burung atau H5N1.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martinus Rahailjaan mengatakan hingga kini tercatat ada 68 ribu ayam mati di wilayah itu.

Kematian hewan jenis unggas itu pertama kali terjadi pada Desember 2019 lalu. Akan tetapi para peternak tidak langsung melapor ke dinas terkait.

Dinas Peternakan setempat baru menerima laporan dua bulan lalu, dan langsung menurunkan tim lapangan mendata jumlah ayam yang mati.

"Bidang yang menangani turun ambil sampel dikirim ke Maros. Hasil dari Maros--Sulawesi Selatan--sudah dinyatakan memang Flu Burung. Flu Burung ini kan penyakit menular hewan strategis. Kita menyurat ke Dirjen Peternakan mereka sekarang lagi berupaya untuk mengirim faksi ke sini," kata Martinus Rahailjaan kepada KBR, Rabu (08/07/2020).

Martinus memperkirakan, jumlah kematian unggas di Merauke kemungkinan bertambah karena hingga kini diduga masih ada peternak yang belum melapor.

Saat ini, sembari menunggu vaksin dan obat-obatan dari Dirjen Kementerian Peternakan dan Kesehatan Hewan, pihaknya  melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke setiap kandang milik peternak, yang telah melaporkan kasus kematian ternaknya.

Martinus menambahkan, setelah temuan kasus ini, Stasiun Karantina Pertanian dan Hewan setempat, menutup dan melarang sementara waktu pengiriman unggas ke wilayah itu. 

Editor: Sindu Dharmawan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Pemerintah Gagal Manfaatkan Peluang?