Diperkirakan Ratusan Siswa Secapa Positif Covid, Seluruh Sekolah Kemiliteran Diperiksa

"Selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan atau masif tes terhadap hampir 23-an lagi sekolah pendidikan kemiliteran yang ada di Jawa Barat,"

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 08 Jul 2020 13:03 WIB

Author

Arie Nugraha

Diperkirakan Ratusan Siswa Secapa Positif Covid, Seluruh Sekolah Kemiliteran Diperiksa

Ilustrasi: Tangkapan layar situs Secapa TNI-AD.

KBR, Bandung-  Lebih dari 200 siswa sekolah calon perwira (Secapa) TNI Bandung diperkirakan terpapar COVID-19. Sekolah tersebut memberlakukan isolasi wilayah untuk satu area.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Gelung Sakti menyatakan, seluruh siswa di Secapa Bandung terus dilakukan pemeriksaan rapid test dan diteruskan dengan pemeriksaan tes usap dari lima hari lalu. Berli mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan oleh tim kesehatan Kodam III Siliwangi.

"Kemudian yang lainnya lagi ada juga yang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Dustira dan Rumah Sakit Gatot Subroto, RSPAD. Ini sesuai dengan kondisinya. Kemudian sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur kemarin di rapat evaluasi gugus tugas, selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan atau masif tes terhadap hampir 23-an lagi sekolah pendidikan kemiliteran yang ada di Jawa Barat," kata Berli dalam keterangan resminya ditulis Bandung, Rabu (08/07).

Berli menjelaskan terdapat delapan siswa Secapa Bandung yang dirawat di Rumah Sakit Dustira. Berdasarkan data yang diperolehnya, kemarin terdapat 105 siswa Secapa Bandung yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Berli menuturkan selain melakukan berbagai pemeriksaan COVID-19 dan isolasi wilayah, juga dilakukan penyemprotan disinfektan di Secapa Bandung. Termasuk melakukan penelusuran riwayat secara epidemologis oleh tenaga kesehatan Provinsi Jawa Barat serta Kota Bandung dan Puskesmas Kecamatan Coblong.

"Untuk mengindentifikasi lokasi sekolah yang hendak dilakukan pemeriksaan COVID-19. Pemeriksaan ini bisa dari petugas Gugus Tugas Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten dan kota setempat atau puskesmas," sebut Berli.

Tak hanya institusi pendidikan militer, pemerintah juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sekolah kedinasan pemerintah. Selain itu juga  akan melacak ke sekolah berbasis asrama seperti pondok pesantren, karena mereka masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

"Ini menunjukan bahwa bahaya penyebaran pandemi ini masih sangat nyata bagi kita semua. Untuk itu tentunya imbauan dari pemerintah agar tetap melakukan physical distancing, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta hindari kerumunan harus benar-benar ditaati," ucap Berli.

Berli meminta seluruh pihak agar tetap mematuhi segala protokol kesehatan yang berlaku pada masa pandemi ini. Tak terkecuali bagi dunia pendidikan militer, kepolisian, pesantren serta sekolah berbasis asrama.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kembali Izinkan Umrah, Saudi Umumkan Ketentuan

Eps7. Jejak Kearifan Lokal Gambut

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi Covid-19, Suara Penolakan dari Garda Terdepan

Kabar Baru Jam 8