85 Tenaga Medis dan Nonmedis Positif Covid-19, RSUD Jayapura Batasi Pelayanan

"Semua ruang rawat inap kita gabung menjadi dua bagian. Yaitu ruang rawat inap infeksius baik pria, wanita maupun ruang noninfeksius pria, maupun wanita. "

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 09 Jul 2020 16:00 WIB

Author

Arjuna Pademme

85 Tenaga Medis dan Nonmedis  Positif Covid-19, RSUD Jayapura Batasi Pelayanan

Ilustrasi (Sumber: Medsos RSUD)

KBR, Jayapura-  Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Jayapura kini mengalami krisis pelayanan. Penyebabnya  puluhan tenaga medis dan dan nonmedis di rumah sakit itu positif COVID-19.

Direktur RSUD Jayapura, Aloysius Giyai mengatakan hingga kini sebanyak 85 tenaga medis dan nonmedis di rumah sakit milik Pemprov Papua itu terpapar Corona.

Mereka yang positif COVID-19, yakni tiga dokter umum, dua dokter spesialis, 46 perawat dan bidan, 27 orang tenaga penunjang medis, petugas kebersihan enam orang dan keamanan  satu orang. 

Aloysius mengatakan   terpaksa membatasi pelayanan, karena keterbatasan tenaga medis. Saat ini rumah sakit memiliki total 489 tenaga medis, dan 148 non medis. 

Puluhan di antaranya, kini sedang menjalani karantina selama dua pekan, atau dua kali masa inkubasi virus. mereka ini  adalah yang selama ini bekerja satu ruang dengan petugas kesehatan positif COVID-19.

"Manajemen menggambil kebijakan, pembatasan pelayanan karena kita harus menyesuaikan dengan tenaga pelayan yang tersedia. Semua ruang rawat inap kita gabung menjadi dua bagian. Yaitu ruang rawat inap infeksius baik pria, wanita maupun ruang noninfeksius pria, maupun wanita. Tidak ada lagi ruangan-ruangan spesifik seperti biasa," kata Aloysius Giyai, Kamis (9/7/2020).

Selain itu, untuk sementara waktu manajemen rumah sakit juga meniadakan ruang rawat inap VIP dan jam bezuk bagi pasien yang menjalani rawat inap.

Ia berharap, warga dapat memahami kondisi yang kini terjadi di rumah sakit pusat rujukan Papua itu, jika ada kekurangan dalam pelayanan.  

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Valentino Rossi Akan Kembali Ke Arena Balap Pada MotoGP Eropa

Kisruh Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kabar Baru Jam 7

Nakesku Sayang, Nakesku Malang

Eps3. Ketika Burgermu Memanaskan Bumi