Pembangunan Kesehatan Papua Terendah se-Indonesia

"Akses ke daerah masih jadi masalah yang belum kita selesaikan. Seringkali sulit mencapai fasilitas kesehatan karena transportasi dan infrastruktur yang belum begitu baik," kata Menkes Nila.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 15 Jul 2019 18:51 WIB

Author

Adi Ahdiat

Pembangunan Kesehatan Papua Terendah se-Indonesia

Anak-anak di Kabupaten Nduga, Papua. (Foto: www.kemkes.go.id)

KBR, Jakarta- Data terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukan Papua merupakan provinsi dengan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) terendah se-Indonesia. 

Menkes Nila Moeloek menilai, pembangunan kesehatan di Papua buruk karena terkendala kondisi geografis serta akses yang sulit.

"Akses ke daerah masih jadi masalah yang belum kita selesaikan. Seringkali sulit mencapai fasilitas kesehatan karena transportasi dan infrastruktur yang belum begitu baik," kata Menkes Nila seperti dikutip Antara, Senin (15/7/2019).

Menkes Nila berharap agar pembangunan kesehatan di Papua menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.


Bali Tertinggi

Sementara itu IPKM tertinggi nasional diraih oleh Bali. Menurut Menkes Nila, Bali menjadi provinsi dengan IPKM terbaik karena sudah memiliki infrastruktur kesehatan yang baik, termasuk dari sisi kesehatan lingkungan dan imunisasi.

Jika dilihat secara umum, IPKM Indonesia tahun 2019 juga menunjukkan perbaikan dibandingkan enam tahun lalu. IPKM Indonesia pada 2013 adalah 0,5404, tapi sekarang sudah naik menjadi 0,6087.

IPKM dihasilkan dari penilaian 30 indikator, di antaranya adalah kesehatan balita, kesehatan reproduksi, penyakit menular dan tidak menular, pelayanan kesehatan serta kesehatan lingkungan.

"IPKM ini penting, karena menunjukkan sampai ke kabupaten-kota. Kekurangan tiap kabupaten-kota tidak sama, pasti kita akan intervensi sesuai data yang kita lihat, supaya bisa menerapkan pembangunan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia," kata Menkes Nila. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Sejumlah Daerah Protes Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Pancasila Merajut Keberagaman Indonesia

Kabar Baru Jam 13