Share This

Seratusan Korban Masih Hilang, Pencarian KM Sinar Bangun Resmi Dihentikan

"Setelah ini kita laksanakan operasi rutin yang ada di Parapat. Ada personel SAR di sini,"

, BERITA , NUSANTARA

Selasa, 03 Jul 2018 11:24 WIB

Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun menangis saat prosesi tabur bunga di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (2/7). (Foto: Antara)

KBR, Simalungun- Proses pencarian korban penumpang dan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun resmi dihentikan pada hari ke-16, Selasa (3/7/2018). Meski Basarnas telah memastikan untuk menghentikan proses pencarian. Namun Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan sejumlah personel dari Tim SAR daerah tetap akan memantau di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

"Benar untuk secara nasional sudah. Setelah ini kita laksanakan operasi rutin yang ada di Parapat. Ada personel SAR di sini," kata Budiawan kepada KBR.

Kata Budiawan, selain personel Tim SAR, peralatan seperti kapal, dan perahu karet juga disiagakan guna melancarkan operasi rutin di perairan Danau Toba. Hal itu dilakukan apabila adanya laporan temuan jasad yang mengapung di perairan Danau Toba, personel Tim SAR segera melakukan evakuasi.

"Jadi di sini tetap ada kapal, dan perahu karet. Pokoknya Tim SAR di sini ada peralatannya. Dia yang melaksanakan nanti bersama TNI AL, dan Polisi Air," jelas Budiawan.

Hari ini dilaksanakan peletakan batu pertama monumen untuk mengenang para korban tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menghilangkan seratusan penumpang di perairan Danau Toba.

"Hari ini peletakan batu pertama bersama Pemerintah Kabupaten Simalungun. Sudah resmi (dihentikan). Hari ini dilaksanakan juga proses doa bersama, dan tabur bunga," pungkas Budiawan.

Data terakhir dari Basarnas, 21 orang dinyatakan selamat dari peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018). Sementara  3 penumpang ditemukan meninggal dunia dan 164 orang lainnya masih hilang.

Dalam tragedi tenggelamnya kapal nahas ini, polisi menetapkan 5 orang tersangka, yakni nakhoda KM Sinar Bangun, Poltak Saritua Sagala, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra. Lalu, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang, anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang, dan Kepala Dinas Perhubungan Samosir, NS. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.