Terdampar di Aceh, Kapal Berisi Sekitar 100 Pengungsi Rohingya akan Didorong ke Laut

"Jadi itulah intinya di masyarakat terjadi penolakan. Yang kedua, terkait masalah Covid-19,”

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 25 Jun 2020 13:05 WIB

Author

Alfath Asmunda

Terdampar di Aceh, Kapal Berisi Sekitar 100 Pengungsi Rohingya akan Didorong ke Laut

Pengungsi Rohingya berada di atas kapal milik nelayan Indonesia di pesisir Aceh Utara, Rabu (24/6). (Antara/Rahmad)

KBR, Banda Aceh–  Pengungsi Rohingya yang terdampar di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara kemarin akan dilepaskan kembali ke laut, setelah kapal yang ditumpangi mereka selesai diperbaiki. Otoritas yang menangani pengungsi Rohingya di sana berdalih warga menolak  membawa mereka ke daratan lantaran serta persoalan pandemi Covid-19. 

Sejak ditemukan oleh nelayan Aceh Utara, 94 pengungsi Rohingya yang juga terdapat 30 anak-anak di dalamnya, hanya bertahan di dalam kapal dengan jarak 1 mil dari bibir pantai. 

Kapolres Kota Lhokseumawe, Eko Hartanto mengatakan sejak dievakuasi semalam ke wilayah perairan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, para pengungsi Rohingya itu mendapat penolakan dari ratusan warga yang berada di pinggir pantai. Lantas, otoritas terkait di sana menggelar rapat dan memutuskan akan mengembalikan pengungsi Rohingya itu ke laut lepas.

“Mereka   banyak kasus di sini dulu. Maaf-maaf cakap nih ya, mereka itu menyusahkan masyarakat kita sendiri. Banyak yang tidak punya etika, memperkosalah, dan segala macam. Jadi itulah intinya di masyarakat terjadi penolakan. Yang kedua, terkait masalah Covid-19,” kata Kapolres Kota Lhokseumawe, Eko Hartanto  dikonfirmasi KBR, Kamis (25/6/2020).

Eko Hartanto menyebut, dari segi kemanusian pemerintah Aceh Utara dan Lhokseumawe sudah memperhatikan pengungsi Rohingya tersebut dengan baik. Mereka diberikan logistik makanan dan obat-obatan.

Para pengungsi tersebut juga diperiksa kesehatan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19.

Rencanya, kata Eko, kapal yang ditumpangi etnis Rohingya itu akan diperbaiki hari ini dan kemudian didorong kembali ke luar dari perairan laut Indonesia.

“Kapalnya diperbaiki, kalau tidak bisa diperbaiki nanti akan kita kasih kapal yang lain. Setelah itu pelan-pelan kita dorong mereka keluar dari wilayah Indonesia,” ujarnya. 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 20

Eazy Passport, Solusi Ditjen Imigrasi di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17