Pemprov Jabar Targetkan Normalisasi Pariwisata Januari 2021

"Dengan situasi seperti ini kita harus full speed melakukan recovery pariwisata, di Januari 2021 masuk fase normalisasi."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 03 Jun 2020 19:32 WIB

Author

Frans Mokalu

Pemprov Jabar Targetkan Normalisasi Pariwisata Januari 2021

Keraton Kanoman, salah satu destinasi wisata di Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Wikimedia Commons)

KBR, Cirebon - Pandemi Covid-19 telah menghantam dunia pariwisata di berbagai wilayah Jawa Barat (Jabar), termasuk di Cirebon.

Pemprov Jabar mengaku akan melakukan pemulihan pariwisata secara cepat dan bertahap, salah satunya dengan menerapkan fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)---istilah yang diadopsi dari new normal, untuk mencegah penularan Covid-19. 

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jabar Deddy Taufik, pemulihan akan dilakukan mulai Juni hingga Desember 2020 kemudian dilanjutkan dengan normalisasi.

"Dengan situasi seperti ini kita harus full speed melakukan recovery pariwisata, di Januari 2021 masuk fase normalisasi," kata Deddy, di Cirebon, Rabu (3/6/2020).

Ia menyatakan sampai saat ini Provinsi Jabar masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional yang menitikberatkan pada pendekatan lima tingkat kewaspadaan di masing-masing kabupaten/kota.

"Untuk Cirebon masuk Zona Biru, ada 15 Kabupaten/Kota di Jabar masuk Zona Biru dan 12 Kabupaten/Kota Zona Kuning. Kita harus segera produktivitas dalam new normal, tapi tingkat kehati-hatian dan kewaspadaan juga harus dijaga," ujarnya.

Deddy melaporkan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Jabar sudah turun 16 persen, sedangkan wisatawan domestik turun 70 persen.

"Untuk menghadapi situasi ini kami akan membangkitkan ekosistem pariwisata, mulai dari kebudayaan, industri, pemasaran, hingga ekonomi kreatifnya," pungkasnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Stephanie: Mengubah Stigma Menjadi Empati