6 Kecamatan di Banyuwangi Kering Kritis

BPBD Banyuwangi sudah menyiapkan tiga armada truk tangki untuk memasok air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan.

BERITA , NUSANTARA

Kamis, 27 Jun 2019 10:26 WIB

Author

Hermawan Arifianto

6 Kecamatan di Banyuwangi Kering Kritis

Seorang petani menunjukkan padi yang rusak akibat sawahnya mengalami kekeringan di Desa Kademangaran, Tegal, Jawa Tengah (24/6/2019). Hingga Juni 2019 kekeringan sudah melanda banyak wilayah di Pulau Jawa, mulai dari bagian Barat, Tengah sampai ke Timur.

KBR, Banyuwangi- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat ada sembilan kecamatan di daerahnya yang mengalami kekeringan. Enam di antaranya mengalami kering kritis atau kekeringan parah.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan daerah kering kritis itu adalah Kecamatan Wongsorejo, Tegaldelimo, Bangorejo, Tegalsari, Purwoharjo dan Pesanggaran.

Eka menjelaskan, sejumlah wilayah itu terletak jauh dari sumber mata air. Saat ini permukaan air di sumur bor milik warga setempat juga sudah menyusut.

“Karena memang karakternya sumur itu air permukaannya mudah susut bila terjadi musim kemarau. Sehingga jika tidak ada pasokan dari sumber air melalui pipanisasi itu juga memberikan dampak,” kata Eka Muharram kepada KBR, Kamis (27/6/2019).

Jadi aslinya kalau kering kritis di Banyuwangi, dalam artian kering kritis itu adalah wilayah yang kekeringan jauh dari sumber mata air. Biasanya wilayah- wilayah itu pasokan air bersihnya untuk kebutuhan rumah tangga berasal dari bawah tanah,” tambahnya.

Eka menyebut pihak BPBD Banyuwangi sudah menyiapkan tiga armada truk tangki untuk memasok air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan.

Untuk itu, bagi masyarakat yang daerahnya mengalami kesulitan air bersih, dihimbau untuk melaporkanya ke instasi terkait. Baik itu melalui perangkat desa dan kecamatan terdekat atau langsung ke BPBD Banyuwangi,” kata Eka. 

Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Jawa Barat Kekeringan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17