Terbitkan 7 Maklumat, Ratusan Ulama Cilacap Serukan Persatuan Demi NKRI

"Imbauannya tentu agar masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dilontarkan oleh berbagai kalangan, yang bertujuan untuk mengadu domba,."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 21 Mei 2019 09:59 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Terbitkan 7 Maklumat, Ratusan Ulama Cilacap Serukan Persatuan  Demi NKRI

Suasana pengamanan Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, pada Selasa, 21 Mei 2019, sekitar pukul 08.15 wib. (Foto: KBR/Resky Novianto)

KBR, Cilacap - Ratusan ulama di Cilacap, Jawa Tengah, mengeluarkan tujuh maklumat  untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terkait pengumuman dan penetapan hasil Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pegiat kerukunan umat beragama Cilacap, Taufik Hidayatulah mengatakan, tujuh maklumat itu merupakan hasil multaqo atau pertemuan ulama, pimpinan pondok pesantren, habib dan cendekiawan muslim se-Cilacap, yang digelar hingga Senin (20/05) malam.

Ketujuh maklumat itu antara lain, menyerukan untuk mempererat silaturahmi antar sesama anak bangsa, mengokohkan ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan basyariyah, serta jangan terpancing pemaksaan kehendak.

“Agar masyarakat tidak terprovokasi, ajakan untuk pemaksaan kehendak, dalam isu people power. Karena people power, itu dalam konteks agama, bisa dimaknai sebagai bughot, atau musuh negara. Di item keenam, ada dukungan kepada TNI dan Polri untuk melakukan berbagai hal (yang diperlukan) demi menjaga NKRI. Imbauannya tentu agar masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dilontarkan oleh berbagai kalangan, yang bertujuan untuk mengadu domba,” kata Taufik Hidayatulah, Senin (20/5).

Selain itu, kata pegiat kerukunan umat beragama Cilacap, Jawa Tengah, Taufik Hidayatulah, para ulama juga meminta aparat Kepolisian dan TNI, untuk melakukan tindakan konstitusional yang diperlukan, sesuai tugas dan wewenangnya, untuk menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Undang-Undang Dasar '45.

Maklumat ditandatangani oleh sembilan perwakilan ulama dari berbagai elemen.


Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap